Urgensi Kognitivisme Dalam Kurikulum Merdeka

Tanggal : 05 Nov 2023

Ditulis oleh : SAIFULLAH ARIEF BUDIMAN

Disukai oleh : 0 Orang

Urgensi Kognitivisme dalam Kurikulum Merdeka

 

Oleh: Saifullah Arief Budiman

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

            Kegiatan belajar mengajar menjadi hal yang penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam sebuah bangsa. Bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang unggul, akan menciptakan sebuah peradaban yang baik dalam segala bidang. Dengan meningkatnya sebuah kualitas sumber daya manusia yang ada, tentunya menjadi pilar penting dalam perkembangan sebuah bangsa baik dari segi teknologi maupun sosial budaya. Dalam hal ini, peran bidang pendidikan menjadi pion terdepan dalam mencetak individu yang memiliki karakter yang kuat serta mampu untuk bersaing dengan kompetisi global di era sekarang ini.

            Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan memudahkan terciptanya sebuah individu dengan output karakter yang kuat. Tentunya dalam hal ini diperlukan peran penting antara pemerintahan yang ada serta pendidik, yang bekerja sama dalam menentukan arah pola metode pembelajaran yang akan digunakan. Bentuk kerja sama ini dapat diciptakan dengan observasi secara mendalam dari unit terkecil pendidikan di setiap daerah, lalu mengkoordinasikan hasil survei yang ada dengan pemerintah terkait agar terciptanya lingkungan pendidikan yang sesuai dengan situasi serta kondisi bangsa ini.

            Metode kegiatan belajar mengajar tak akan terlepas dari peran pemahaman kognitif. Dalam metode ini, kognitif berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Sehingga teori ini dapat dilihat ketika seseorang sedang belajar, membangun sebuah ide, dan memecahkan masalah (Anis, 2021). Pemahaman yang terbentuk dari pola pikir sebuah individu menjadi pokok urgensi dalam metode kognitif. Metode kongitif merupakan sebuah teori belajar yang mengacu pada kemampuan berpikir seseorang terhadap apa yang sedang mereka hadapi. Dengan menganalisis peristiwa yang ada serta memahami keterkaitan penerapan pembelajaran yang ada, akan membentuk kemampuan kognitif setiap individu.

            John Piaget berpendapat bahwa anak membangun sendiri pengetahuannya dari pengalamannya sendiri dengan lingkungan (Jahja, 2011). Perkembangan pemahaman kognitif berpatokan pada seberapa jauh peserta didik aktif memanipulasi serta berinteraksi dengan lingkungan. Teori John Piaget mengasumsikan bahwa seluruh siswa tumbuh serta melewati urutan perkembangan yang sama, namun pertumbuhan tersebut berlangsung dengan kecepatan yang berbeda. Pemahaman kognitif yang berbeda antara setiap individu yang ada tentunya akan menimbulkan keberagaman daya tangkap terhadap materi yang berbeda pula. Dengan tingkat kecepatan daya tangkap yang berbeda-beda inilah peran guru menjadi fasilitator dan buku sebagai pemberi informasi.

            Peran bahasa sebagai alat berkomunikasi juga menjadi hal yang mendasari berkembangnya pemahaman kognitif peserta didik. Dengan penyampaian materi yang terstruktur serta bahasa komunikasi yang mudah dipahami, akan memudahkan peserta didik dalam menangkap serta mengolah informasi terkait sebuah materi yang disampaikan. Menurut teori Bruner, perkembangan bahasa pada setiap peserta didik berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif. Dalam hal ini bahasa merupakan alat untuk membuka cakrawala pengetahuan dunia. Perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat kondisi lingkungan, yaitu: Tahap  enaktif, tahap  di mana  seseorang menerapkan  aktivitas dalam usahanya memahami lingkungan. Tahap ikonik, tahap di mana seseorang memandang dunia melalui gambar dari bentuk visualisasi verbal. Tahap simbolik, tahap di mana gagasan abstrak dipengaruhi oleh bahasa serta logika dalam berpikir.

            Pemahaman dalam pembelajaran tidak terjadi karena adanya rangsangan dari luar, tetapi adanya sebuah situasi yang dihadapi tersebut mencakup konsep, prinsip dan kaidah yang khas serta padat. Situasi yang tercipta biasanya cenderung menuntut untuk setiap individu untuk memahami, menemukan prinsip, memberi kesimpulan serta menerapkannya. Dalam hal ini, tentunya teori kognitif ini mampu selaras dengan konsep kurikulum yang diterapkan pada bangsa ini, yakni kurikulum merdeka.

            Kurikulum merdeka menjadi kurikulum yang tepat dalam perkembangan zaman. Dalam kurikulum ini menuntut untuk peserta didik berpikir secara kreatif serta mampu menerapkan dalam berbagai konten serta media yang beragam. Dengan pemahaman kognitif yang kuat akan menjadi landasan dasar setiap peserta didik dalam mengembangkan potensi diri dalam mendalami konsep yang beragam yang mampu menguatkan sebuah karakter melalui kompetensi yang ada. Peran serta pendidik sebagai fasilitator juga menjadi hal yang sangat menentukan terhadap perkembangan kognitif peserta didik. Berbagai media maupun konten penyajian yang beragam serta berfokus pada pemahaman tiap individu melalui pemikiran mampu diterapkan pada kurikulum ini.

            Dengan diterapkannya kurikulum merdeka, perbedaan daya tangkap pemahaman antar individu mampu teratasi. Kebebasan dalam mempelajari serta metode yang beragam akan menuntut peserta didik untuk ikut serta aktif dalam mencari serta memahami materi yang dipaparkan. Tentunya dengan inisiatif antar individu untuk memahami sebuah konsep akan meningkatkan kualitas kognitif itu sendiri. Pengalaman yang baru didapatkan dengan teori yang telah disampaikan akan menguatkan sebuah pola pikir yang ada, sehingga tercipta sebuah pemahaman yang mampu menjadi landasan berpikir tiap individu yang ada.

            Pengetahuan yang diolah dalam pola pikir setiap peserta didik akan merupakan tahap pertama siswa dalam memahami sebuah materi pembelajaran.  Aplikasi dalam pembelajaran sebuah pengetahuan menjadi gerbang pembuka terhadap pemahaman materi yang disampaikan. Setelah sebuah materi tersebut tersampaikan di sinilah peran kognitif siswa dimulai dengan memahami materi terkait. Dengan sebuah pemahaman yang tepat maka dalam hal ini peserta didik mampu menerapkan pemahaman tersebut menjadi hal yang nyata. Implementasi yang ada ini juga akan menimbulkan sebuah sintesis.

Pengembangan pemahaman yang kuat akan menciptakan sebuah produk inovasi dari aspek kognitif yang berbeda-beda dalam setiap individu. Dalam sintesis ini sendiri mampu tercipta sebuah materi yang baru serta penerapan yang nyata, sehingga akan memicu adanya perkembangan terhadap pola pikir terhadap konsep teori awal. Tahap akhir dari sebuah pemahaman kognitif ini sendiri adalah mampu memberikan sebuah evaluasi terhadap adanya pemahaman terkait sebuah materi pembelajaran. Evaluasi terbentuk dari sebuah pemikiran yang kompleks berupa komentar individu terhadap materi yang tersampaikan

            Peran kognitif dalam pembelajaran menjadi acuan berpikir terhadap aspek lain penunjang pemahaman yang ada. Dengan pemahaman yang tepat akan menciptakan sikap yang baik. Peran afektif dipengaruhi terhadap aspek kognitif setiap peserta didik, maksudnya dalam bertindak setiap peserta didik mampu mengimplementasikan pemahaman terhadap sikap yang tepat. Dalam hal ini tentunya karakter sebuah individu mampu menjadi sosok pelopor kemajuan sumber daya manusia yang ada.

            Sebuah pengembangan aspek psikomotorik juga berkaitan erat dengan adanya peran kognitif. Keterampilan yang muncul terkait sebuah materi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami apabila pemahaman kognitif menjadi dasar pemikiran pada setiap individu yang ada. Dengan teori yang kuat serta dipahami tentunya sebuah keterampilan akan mudah diimplementasikan ke dalam praktik kegiatan dalam sebuah pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka ini para peserta didik biasanya diberikan sebuah kebebasan untuk bisa mandiri dalam menyikapi sebuah persoalan yang ada sehingga keterampilan serta pemahaman yang kuat akan terbentuk dengan sendirinya. Hal tersebut menjadikan peran seorang pendidik sebagai penyedia fasilitas yang memadai serta mampu menjadi penunjang kreativitas setiap peserta didik.

           




POST TERKAIT

POST TEBARU