Stop Diet Berlebih! Ini Dia Lima Bahaya Diet Extreme

Tanggal : 01 Jan 2022

Ditulis oleh : LATIFFATUNNISSA NURUL HIDAYAH

Disukai oleh : 0 Orang

Stop Diet Berlebih! Ini Dia Lima Bahaya Diet Extreme

Oleh: Latiffatunnissa Nurul Hidayah

Mahasiswa Pendidikan Kimia

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

 

Diet merupakan suatu aturan khusus yang dibuat untuk kesehatan dan dilakukan atas dasar petunjuk dokter. Banyak khalayak umum melakukan diet sebagai salah satu alternatif memperbaiki penampilan. Dibalik beberapa manfaat diet dalam kesehatan, ada juga dampak yang didapat setelah melakukan diet. Mayoritas kaum perempuan dari remaja hingga dewasa masih melakukan diet yang wajar. Diet tersebut dilakukan dengan masih mempertimbangkan pola makanan dalam kesehatan. Lalu bagaimanakah bila melakukan diet extreme? Apa saja efek berbahaya yang diperoleh ?

Batasan dalam mengurangi jumlah makanan dan porsi yang tak berlebih merupakan diet yang baik untuk dilakukan (masih dalam batas wajar). Kesehatan tubuh terbentuk dari apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan yang merupakan sumber tenaga tubuh, juga harus memiliki kriteria dalam kesehatan. Hal ini penting bagi tubuh yang akan selalu menguras energi setiap melakukan aktivitas. Sehingga asupan tubuh yang paling penting adalah makanan sehat (makanan empat sehat lima sempurna). Tidak hanya itu, olahraga juga merupakan salah satu cara untuk menyeimbangkan bentuk kesehatan selain pola makanan. Tubuh yang memiliki kadar lemak berlebih akan mengubah penampilan seseorang dan merupakan kondisi tubuh yang kurang baik. Dalam kesehatan, lemak berlebih memiliki risiko pada kesehatan dan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. 

Bagi pelaku diet yang akan melakukan defisit kalori dapat menimbulkan beberapa masalah, contohnya sembelit. Hal ini disebabkan kerena kurangnya mengonsumsi serat yang terkandung dalam sayur maupun buah-buahan. Akibatnya sembelit dapat berlangsung selama 6 hari lamanya. Efek serupa juga timbul pada pergerakan fungsi pencernaan, khususnya pada bagian usus. Pentingnya serat yang termasuk asupan untuk memelihara keseimbangan bakteri didalam usus serta kekebalan imun tubuh. Hal ini mempengaruhi karena terdapat 70 persen imunitas di saluran cerna terjaga. 

Menurut Doctors Clinic di London, Dr. Julianne Barry mengatakan pada Cosmopolitan UK bahwa “ diet dapat membantu menurunkan berat badan dalam waktu singkat, namun juga dapat memperpendek usia dan berdampak negatif pada tubuh maupun pikiran”. Oleh karena itu, diet dapat menimbulkan konsekuensi yang berbahaya bagi tubuh. Berikut merupakan jenis diet ekstrim yang berbahaya. Pertama, diet cacing pita. Diet ini terdengar sangat unik namun perlu diketahui apa itu diet cacing pita. Diet cacing pita tergolong diet extreme, sebab dilakukan dengan cara mengkonsumsi atau menelan cacing pita atau telurnya. Hal ini sangat tidak lazim dilakukan karena menurut sains, cacing pita sangat berbahaya apabila masuk kedalam tubuh manusia. Cara kerjanya yaitu dengan adanya penyerapan kalori secara ekstra dari makanan yang dikonsumsi oleh cacing pita yang hidup dan berkembang. Diet ini telah tercantum pada diet yang berisiko tinggi atau kematian, karena akibatnya parasit tersebut dapat menempel dan merusak organ dalam serta jaringan pada tubuh. Misalnya cacing tersebut menyebar pada bagian otak, maka jaringan akan rusak sehingga mengalami sakit yang hebat sampai kejang atau koma. Dilanjut dengan diet yang ke dua yaitu diet sup kol. Diet ini diyakini bahwa penurunan berat badan hingga mencapai 4,5 kg di sebabkan hanya mengonsumsi sup kol untuk sarapan, makan siang, bahkan makan malam selama seminggu. Tidak jarang bila orang menganggap mengonsumsi sup kol bukanlah hal yang ekstrim. Namun perlu diketahui, diet semacam ini menghasilkan sifat yang sementara. Sedangkan dapat memicu untuk melakukan diet ini secara bengangsur-angsur. Hal ini tidak dibenarkan dalam bidang kesehatan, karena bahaya yang didapat adalah kekurangan nutrisi. Mengapa? Sebab nutrisi sangat sedikit diperoleh dalam mengkonsumsi sup tersebut tanpa adanya karbohidrat, protein, dan multivitamin lainnya. Hal ini berisiko mengalami malnutrisi serta anemia defisiensi besi. Selain itu, sup kol memiliki serat tinggi yang dapat menimbulkan risiko mengalami perut kembung dan kram pada perut.

Diet yang ke tiga, yaitu diet 500 kalori. Artinya diet dilakukan untuk mengonsumsi makanan sebanyak 500 kalori tiap harinnya. Mengapa tergolong sangat berbahaya? Sebab keharusan dalam mengurangi jumlah makan yang dikonsumsi secara drastis. Pada umumnya, manusia memiliki asupan kalori sebanyak 2.000 kalori tiap harinya untuk orang dewasa. Mulanya diet ini diperuntukan bagi seseorang yang mengalami kelebihan berat badan yang sulit diturunkan. Namun kini banyak yang mengikuti diet ini hanya untuk penampilan tanpa melihat risiko yang menyebabkan tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Dalam artian, diet ini diperlukan pengawasan medis. Lalu diet yang ke empat, yaitu diet pembersih atau sering disebut dengan diet detoks lemon. Apa itu diet detoks lemon? Diet extreme yang dilakukan dengan cara menghindari makanan padat seperti karbohidrat dan makanan berlemak tinggi, dan di tujukan untuk megonsumsi tiga jenis minuman seperti air lemon, air garam dan teh herbal laksatif. Pada umumnya, diet ini dilakukan selama 10 hari lamanya. Hal ini dapat menurunkan berat badan dengan adanya kadar dan kandungan pada tiga jenis minuman yang disebutkan. Sistem dan cara kerjanya ialah mendetoksifikasi sistem pencernaan. Dengan hal terkait detoksifikasi menjadikan diet tergolong extreme sebab dapat menyebabkan tubu kehilangan keseimbangan. Pernyataan tersebut mengacu pada kurangnya nutrisi yang diasup oleh tubuh pendiet. Tak hanya nutrisi, namun daya tahan tubuh semakin berkurang sehingga pendiet dapat mengalami lemas. Dalam bidang sians, tidak ada bukti bahwa diet ini dapat menghilangkan racun dan merupakan diet sehat. Sehingga berisiko menyakiti diri sendiri tanpa memperhatikan anugerah Tuhan yang diberi. 

Ada banyak yang perlu diketahui yaitu lima bahaya menurunkan berat badan melalui diet ekstrim. Pertama kondisi fisik yang menjadi lemas dan terasa pusing pada bagian kepala. Hal ini karena asupan nutrisi yang diperoleh sangat menurun drastis. Yang kedua, kondisi fungsi organ tubuh, sistem jaringan tubuh, dan pencernaan tidak bekerja efektif serta stabil. Hal ini merupakan efek berlebih apabila diet berlangsung secara berangsur-angsur tanpa anjuran dokter dan pengawasan medis. Yang ketiga, pada organ vital seperti jantung dapat mengalami penurunan fungsi kerja sehingga menyebabkan jantung bermasalah dalam memompa darah. Yang keempat, yaitu mengakibatkan hormon menjadi tidak seimbang. Hal ini didasari dari adanya efek samping yang timbul, terutama bagi kaum perempuan. Keseimbangan hormon mengacu pada masa haid atau siklus menstruasi. Hal terburuknya yakni dapat menyebabkan kantong rahim kering. Kemudian yang terakhir atau yang kelima yaitu dapat menyebabkan kematian. Kematian merupakan salah satu kemungkinan terbesar seseorang yang terjebak mejalani diet ekstrim. Mengapa demikian? Sebab dalam melakukan diet seharusnya memperhatikan metode dan prosedur yang disarankan oleh ahlinya. Tidak sedikit kasus yang meyoroti kematian dan nyawa terenggut hanya karena diet. Asupan penting bagi tubuh haruslah terorganisir secara keseluruhan untuk memenuhi energi dalam tubuh. 

Jadi, disamping banyaknya risiko dari jenis-jenis diet ekstrim. Maka perlu adanya pengawasan dan kontrol diri dalam melakukan diet secara berlebihan. Hal ini salah satu kunci untuk tetap hidup sehat tanpa harus menurunkan berat badan yang extreme. Segala sesuatu yang hasilnya menggiurkan bukan berarti baik untuk tubuh kita. Stop diet extreme, dan cintai gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan dan mengatur waktu untuk berolahraga.

 

 http://m.harianmomentum.com/read/38403/harian-momentum-edisi-29-desember-2021

 




POST TERKAIT

POST TEBARU