Penyakit Anemia yang Dilupakan
Tanggal : 30 Dec 2022
Ditulis oleh : FAIZAH AFIFAH ANNIASIYAH
Disukai oleh : 0 Orang
Penyakit Anemia yang Dilupakan
Oleh: Faizah Afifah
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga
Penyakit anemia tampaknya sudah sering dilupakan dan diremehkan. Terlebih lagi Wanita/perempuan yang selalu menganggap remeh padahal itu akan berakibat di masa mendatang. Apakah anemia hanya terjadi pada wanita? Tidak, Anemia juga bisa terjadi pada laki-laki akan tetapi wanita lebih rentan terkena penyakit anemia. Selain disebabkan karena kekurangan sel darah merah, anemia juga bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi. Penyakit anemia tidak memandang baik dari segi umur, gender, ataupun ukuran berat badan
Penderita anemia biasanya akan mengalami pusing, sulit untuk berkonsentrasi, nafsu makan berkurang, dll. Tapi gejala anemia tidak hanya itu saja. Penderita anemia juga bisa merasakan gejala yang tidak banyak orang tahu, antara lain sering infeksi, rambut rontok, kuku yang rapuh, lidah bengkak, bahkan ada sindrom restless leg atau memiliki dorongan untuk menggerakkan kaki seperti orang yang sedang gelisah.
Penderita penyakit anemia sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung asam fitat seperti kacang-kacangan, beras merah, dan gandum. Asam fitat ialah suatu zat antinutrisi yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Asam fitat hanya bisa ditemui dalam makanan nabati.
Umumnya bagi wanita penderita anemia akan tampak ketika hamil. Anemia ketika hamil primester pertama akan meningkatkan resiko melahirkan prematur. Anemia dalam kondisi hamil juga ada kemungkinan bayi juga akan mempunyai penyakit anemia, dan itu akan memperlambat dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan si bayi.
Tapi sebenarnya penyakit anemia juga bisa terjadi ketika masih remaja karena sedang mengalami masa puber atau menstruasi. Oleh sebab itu, beberapa sekolah di Indonesia sudah menerapkan untuk rutin mengonsumsi obat atau pil penambah darah. Selain pil penambah darah, penyakit anemia juga bisa disembuhkan dengan cara menambah zat besi yang cukup, memakan makanan yang sehat bergizi dan menjalani prosedur medis jika diperlukan.
Penderita anemia (kekurangan sel darah merah atau zat besi) bisa menambah darah melalui memakan buah seperti mangga, alpukat, leci, semangka, dll. Banyak mengonsumsi buah-buahan tersebut bisa menjadi salah satu langkah kita dalam mencegah anemia agar terhindar dari efek nya yang buruk. Untuk mengonsumsi nya juga tidak hanya dengan memakan potongan buahnya saja. Tetapi buah nya bisa dibuat menjadi jus agar lebih enak.
Begitu juga dengan sayur. Penderita anemia juga harus memakan banyak sayur karena sayur dapat menambah darah, seperti bayam, wortel, tomat, kubis, sawi, dll. Untuk mengonsumsi nya juga bisa dibuat bermacam-macam seperti dibuat menjadi jus. Akan tetapi dalam pengolahan sayur akan lebih baik untuk tidak memasaknya terlalu lama, karena itu akan menghilangkan nutrisi yang ada dalam sayur.
Selain buah juga ada susu yang bisa menambah sel darah merah (hemoglobin). Namun dalam memilih susu juga jangan sembarangan. Pilihlah susu yang rendah lemak, karena didalam satu gelas susu terkandung mikrogram yang cukup untuk kebutuhan tubuhmu.
Penyakit anemia berbeda dengan penyakit darah rendah. Anemia yang terjadi karena kurangnya sel darah merah ataupun zat besi, dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Tapi darah rendah belum tentu anemia.
Meski bisa disembuhkan dan tidak memerlukan waktu yang lama, nyatanya jika anemia tidak ditangani dengan benar penyakit anemia bisa menyebabkan rasa malas, lemas, lesu, bahkan gangguan pada jantung dan paru-paru. Jadi meski kita tidak merasakan efek dari anemia sekarang, akan lebih baik jika kita mencegah nya dari sekarang agar bisa terhindar dari efek yang lebih buruk untuk kita kedepannya.
https://harianmomentum.com/read/45251/harian-momentum-edisi-27-desember-2022