Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak
Tanggal : 17 Nov 2022
Ditulis oleh : MUSLICHATUS SA'DIYAH
Disukai oleh : 0 Orang
Pentingnya Pendidikan Seks bagi Anak
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Ketika kita mendengar kata seks pasti yang terpikirkan di benak kita adalah, Pornografi, vulgar, dan menjijikkan. Memang sebagian besar masyarakat menganggap membicarakan seks itu adalah sesuatu hal yang tabu dan tidak layak dibicarakan. Ketika anak bertanya soal seksualitasnya pasti kita dengan cepat akan mengalihkannya dan akan mengatakan, “hus tidak baik ngomong gitu, masih kecil nanti kalo sudah besar pasti tau sendiri”.
Sikap seperti itulah yang salah, karena anak memiliki rasa ingin tahu tentang banyak hal, bila kita sebagai orang tua tidak bisa mengarahkan dengan baik, tidak bisa memberikan informasi yang jelas pasti mereka cenderung akan mencari informasi dari orang lain dan teman-temannya, informasi tersebut belum tentulah informasi yang baik.
Sedikit sekali masyarakat terutama orang tua yang peduli akan pendidikan seks bahwa seks adalah sesuatu yang penting. Bahkan banyak sekali orang tua yang tidak memberikan penjelasan tentang pendidikan seks pada anak, dengan alasan anak akan tabu dengan sendirinya. Selama ini seks identik hanya orang dewasa saja.
Membahas masalah seks pada anak memanglah tidak mudah. Namun, mengajarkan tentang pendidikan seks pada anak memang harus diberikan agar anak tidak salah melangkah dalam hidupnya. Pendidikan seks wajib diberikan orangtua kepada anaknya sedini mungkin. Tepatnya dimulai pada saat anak usia 3-4 tahun, karena pada usia ini anak sudah bisa melakukan komunikasi dua arah dan dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan pengenalan organ tubuh internal.
Pendidikan seks untuk anak berbeda dengan pendidikan seks bagi remaja. Pendidikan seks bagi remaja lebih pada seputar gambaran biologi mengenai seks dan organ reproduksi, masalah hubungan, seksualitas, kesehatan reproduksi serta penyakit menular seksual, sedangkan pada anak lebih pada pengenalan peran jenis kelamin dan pengenalan anatomi tubuh secara sederhana.
Seks mempunyai arti yang sempit berarti kelamin, sedangkan seks dalam arti yang luas berarti seksualitas. Seksualitas merupakan istilah yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan seks. Pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan pemberian informasi mengenai masalah seksual. Informasi yang diberikan di antaranya yaitu, pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, komitmen, agama agar tidak terjadi "penyalahgunaan" organ reproduksi tersebut. Sebabnya, pendidikan seks dapat dikatakan sebagai cikal bakal pendidikan kehidupan berkeluarga yang memiliki makna dan arti yang sangat penting.
Para ahli psikologi menganjurkan agar anak-anak sejak dini mulai dikenalkan dengan pendidikan seks yang sesuai dengan tahap perkembangan kedewasaan mereka. Pendidikan seks didefinisikan sebagai pendidikan yang mengenai anatomi organ tubuh yang dapat dilanjutkan pada reproduksi seksualnya dan akibat- akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat, serta kesiapan mental dan material seseorang.
Mengapa pendidikan seks sangatlah penting? Karena maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini tidak lagi hanya mengancam para remaja yang rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Meningkatnya kasus kekerasan merupakan bukti nyata kekurangannya pengetahuan anak mengenai pendidikan seks yang seharusnya sudah mereka peroleh dari tahun pertama oleh orang tuanya. Pendidikan seks pentingnya mengingat banyaknya kasus- kasus yang terjadi mengenai tindak kekerasan seksual terhadap anak dan remaja.
Fakta yang sangat memprihatinkan yaitu, melihat kondisi remaja saat ini yang tengah terancam dalam mempertahankan kesucian dirinya baik karena paksaan atau karena sama-sama suka saat melakukannya (free sex). Hal itu menunjukkan bahwa perlunya pendidikan seks untuk diberikan sejak usia anak guna memberikan informasi dan mengenalkan kepada anak bagaimana ia harus menjaga dan melindungi organ tubuhnya dari orang yang berniat jahat terhadap dirinya.
Adapun tujuan pendidikan seks sesuai usia perkembangan itupun berbeda-beda. Seperti pada usia balita, tujuannya adalah untuk memperkenalkan organ seks yang dimiliki. Seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan fungsi serta cara melindunginya. Jika tidak dilakukan lebih awal maka ada kemungkinan anak akan mendapatkan banyak masalah. Adapun untuk usia sekolah mulai 6-10 tahun bertujuan memahami perbedaan jenis kelamin (laki-laki dan perernpuan), menginformasikan asal-usul manusia, serta membersihkan alat genital dengan benar agar terhindar dari kuman dan penyakit.
Terakhir untuk usia menjelang remaja, pendidikan seks bertujuan untuk menerangkan masa pubertas dan karakteristiknya,serta menerima perubahan dari bentuk tubuh. Pendidikan seks berguna untuk memberikan penjelasan mengenai perilaku seks yang merugikan (seperti seks bebas), menanamkan moral dan prinsip "say no" untuk seks pranikah serta membangun penerimaan terhadap diri sendiri. Bahkan, pendidikan seks sendiri juga penting diberikan pada anak di usia pranikah untuk pembekalan pada pasangan yang ingin menikah tentang hubungan seks yang sehat dan tepat.
Pendidikan seks bukanlah tentang mendukung anak untuk melakukan hubungan seksual, tapi menjelaskan bagaimana fungsi alami seks sebagai bagian diri mereka serta konsekuensinya jika disalahgunakan. Orang tua merupakan faktor utama dalam hal pendidikan anak. Orang tua sebagai wahana belajar utama bagi anak, karena orang tua lah yang tepat untuk memberikan pendidikan seks pada anak. Orang tua tidak perlu ragu dan resah lagi akan pentingnya pendidikan seks sejak dini. Hilangkan rasa canggung yang ada dan mulailah membangun kepekaan akan kebutuhan pendidikan seks pada anak.
Kurangnya pembekalan tentang seks dan apabila tidak dimulai sejak dini maka akan lebih membahayakan anak apabila beranjak remaja. Para remaja bisa mencari informasi yang berhubungan dengan seks melalui berbagai sumber seperti buku, majalah, film, internet dengan mudah membuat anak menjadi bingung dan bias sebab yang didapatkan dari narasumber yang tidak layak. Padahal, informasi yang didapat belum tentu benar dan bahkan mungkin bisa menjerumuskan atau menyesatkan mereka. Akhirnya pun mereka tentu tidak sesuai dengan harapan dan manfaat.
Berikut ada beberapa sikap yang disarankan dalam berbicara dengan anak tentang seks: 1) Luangkan waktu untuk membuat dialog atau diskusi tentang seks dengan anak; 2) Sikap terbuka, informatif, dan yakin jangan ragu-ragu; 3) Siapkan materi dan cara penyampaiannya disesuaikan dengan usia anak; 4) Gunakan media atau alat bantu konkret seperti boneka, gambar, binatang, agar memudahkan anak menyerap informasi; 5) Membekali diri dengan wawasan cukup untuk menjawab semua pertanyaan anak; 6) Menjawab pertanyaan dengan jujur dan dengan bahasa yang mudah dimengerti dengan cara lebih halus.
https://harianmomentum.com/read/44598/harian-momentum-edisi-17-november-2022