Pentingnya Menciptakan Generasi Muda Bermoral Baik
Tanggal : 17 Nov 2021
Ditulis oleh : CHOFIFAH PUJI PRISTIANA
Disukai oleh : 0 Orang
Generasi muda merupakan suatu peran penting dalam membangun dan memajukan suatu negara. Mengingat merekalah yang nantinya akan melanjutkan cita-cita negara dan perjuangan para pendahulu. Generasi muda membawa martabat bangsa terutama dalam kancah internasional. Suatu negara dipandang baik karena karakter suatu bangsanya.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa teknologi sekarang semakin canggih. Semakin banyak generasi muda yang mengembangkan pikirannya untuk terus berpikir maju. Berusaha keras untuk menjadi yang lebih baik seperti berprestasi. Terus menciptakan berbagai penelitian atau penemuan yang memang sangat terlihat cerdas.
Namun, disayangkan banyak suatu bangsa memiliki generasi cerdas pikir tetapi masih dikategorikan sebagai negara yang belum baik. Suatu negara memiliki gedung yang menjulang tinggi, para pejabat kaya raya, orang pintar dimana-mana, namun mengapa masih dikategorikan negara yang belum baik? Karena dari sekian keunggulan tersebut banyak orang lupa bahwa dalam mencetak generasi muda yang berkarakter baik dan bermoral adalah hal yang sangat penting.
Pelajar yang seharusnya belajar untuk dirinya sendiri dan untuk memajukan negara tetapi banyak pelajar yang melanggar aturan atau norma-norma baik itu norma agama, adat-istiadat, bahkan negara. Seperti memiliki sifat egois, ingin menang sendiri, tidak menerima perbedaan, berkelahi, minum minuman keras, narkoba, dan bahkan perilaku yang tidak memaparkan sebagai pemegang status pelajar.
Padahal seperti yang telah kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang banyak memiliki keragaman seperti perbedaan ras, suku, agama, budaya, dan lain sebagainya. Namun, mengapa jiwa kesatuan dan persatuan semakin rapuh. Berprestasi dan memiliki ilmu banyak memang penting. Dan jika tidak bermoral baik seseorang akan percuma sama saja tidak mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya.
Negara membutuhkan generasi yang hebat namun jika tidak ada dasar akhlak dan moral yang baik semua itu percuma tidak ada guna,bukan ikut memajukan negara sebagai bonus mendapat pahala tetapi malah menyengsarakan negara yang dapat bertambahnya dosa. Seperti bukti nyata yang sekarang masih ada yaitu banyak orang beerjas berpendidikan tinggi yang terlihat berwibawa di gedung pencakar langit namun di dalamnya banyak tikusnya yang membuat sengsara rakyatnya yaitu dengan memakan hak rakyat untuk keperluan pribadi yaitu berkorupsi. Lalu dengan begitu apakah telah memiliki generasi muda yang dapat memajukan negara?
Moral baik pada zaman sekarang sangat dibutuhkan sekali di negara Indonesia ini. Krisis moral yang sekarang tengah melanda negara ini menjadi problematika yang cukup besar bagi masa depan negara. Maka diperlukannya pendidikan moral yang harus ditanamkan sejak dini yang berawal dari pendidikan moral keluarga.
Seperti contoh kecil yang sekarang masih jarang sekali disadari ketika seorang anak kakinya terbentur meja atau kursi bukannya diajarkan untuk menerima permintaan maaf meja atau kursi yang dibayangkan sebagai makhluk hidup tetapi diajarkan untuk membalas perbuatan tersebut pada meja atau kursi tersebut. Sama saja sudah menanamkan nilai egois dan tidak mau kalah dengan yang lain.
Selain pengajaran moral keluarga, penting juga di dalam lingkup sekolahan dengan lebih memperhatikan moral pelajar kembali. Banyak sekali terjadi pendidik yang hanya menghargai hasil kerja pelajar tanpa melihat nilai kejujuran setiap pelajar. Di samping itu siaran TV banyak sekali yang mencerminkan perilaku tidak mendidik seperti sinetron atau film berkelahi dan lainnya.
Meskipun pendidikan moral di dalam pengajaran telah diberi seperti Mata Pelajaran Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, dan lainnya. Namun, penting juga pengajaran moral secara tidak langsung seperti ketika ada pelajar yang berpendapat alangkah baiknya didengar dan dihargai meskipun dalam kedudukan pengajar lebih mengetahui banyak ilmunya namun perlu juga untuk memberi kesempatan berpendapat secara tidak langsung telah mendidik nilai saling menghargai satu sama lain. Pendidik atau yang sering disebut dengan guru menjadi contoh atau teladan bagi peserta didiknya tidak hanya guru tetapi juga orang tua sebagai peran utama mendidik anaknya dari kecil seharusnya mulai menanamkan jiwa moral sejak dini.
Sebagai generasi muda tidakkah kita malu jika moral kita hancur, sedangkan hancurnya generasi muda adalah hanacurnya suatu bangsa ini. Untuk itu marilah kita sebagai generasi muda memperbaiki moral kita kembali. Karena jika moral kita baik maka moral bangsa ini juga baik dan terpandang negara yang berwibawa.
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial