Pentingnya Karakter Kejujuran
Tanggal : 31 Oct 2023
Ditulis oleh : FAIZATUR ROSIFA
Disukai oleh : 0 Orang
Karakter menjadi aspek yang menunjukkan kualitas dari seseorang. Didefinisikan sebagai sifat dan sikap seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, atau bagaimana seseorang menanggapi isu-isu yang ada di sekitarnya. Karakter seseorang akan mempengaruhi atau menjadi pengendali dari apa yang dilakukannya. Karakter terbentuk dari kebiasaan, namun kebiasaan ini sebenarnya bisa kita arahkan untuk membentuk karakter yang berbudi pekerti luhur.
Karakter dapat terbentuk melalui pendidikan yakni di sekolah. Segala jenjang sekolah seharusnya memberikan dan mengarahkan siswa untuk membentuk karakter yang bermoral. Pendidikan karakter hakikatnya disebut sebagai usaha untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sesuai nilai-nilai pendidikan karakter. Nilai-nilai pendidikan karakter terdiri dari Religius, Nasionalis, Integritas, Mandiri, dan Gotong royong.
Nilai religius berbentuk pelaksanaan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing dan menghargai agama dan kepercayaan yang lain. Nilai Nasionalis diwujudkan melalui sikap cinta dan bangga bertanah air Indonesia, menaati peraturan juga menghargai keberagaman yang ada di Indonesia. Yang ketiga ada nilai Integritas yang terdiri dari nilai tanggung jawab, kejujuran, saling menghargai dan menghormati serta mampu menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Nilai mandiri dalam pendidikan karakter yaitu usaha yang dilakukan secara sadar untuk membentuk watak dan sikap yang tidak bergantung pada bantuan orang lain. Nilai Gotong royong dimana nilai ini ditujukan agar siswa bisa saling menghargai, dapat bekerja sama, memiliki rasa empati juga mengembangkan rasa solidaritas.
Nilai integritas menjadi nilai yang sudah umum untuk diterapkan di semua lapisan masyarakat baik pemerintah, lembaga tertentu sampai siswa dan mahasiswa. Salah satu nilai integritas yang sederhana namun entah kenapa begitu sulit dilaksanakan yaitu nilai kejujuran. Kejujuran sebuah karakter yang bahkan menjadi salah satu sifat nabi dan rasul, dan seharusnya kita tiru juga terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran adalah sikap yang lurus hati, berbicara sesuai dengan fakta serta bertindak berdasarkan aturan.
Pada kenyataannya di kehidupan sehari-hari, banyak orang yang menyimpang dari perilaku kejujuran. Contoh kecil di dunia pendidikan khususnya sekolah, banyak siswa yang masih menyontek saat ujian. Hal ini merupakan bentuk penyimpangan karena dalam aturan ujian siswa dilarang saling bekerja sama agar bisa mengetahui sampai dimana kompetensi dari masing-masing siswa. Tapi banyak siswa yang malah menyontek agar mendapatkan nilai yang tinggi.
Bentuk kegiatan menyontek ada bermacam-macam ada yang menyembunyikan buku di laci meja, ada juga yang memasukkan smartphone ke saku, ada yang menyontek ke teman dengan berbagai jawaban melalui kertas kecil. Ketika mereka ketahuan menyontek oleh pengawas ujian, terkadang pengawas ujian malah abai dan membiarkan. Padahal seharusnya pengawas ujian ini menanggapi hal tersebut dengan tegas agar bisa menghentikan kebiasaan menyontek. Tanggapan tegas dapat berupa teguran, pengambilan bahan contekan, maupun pengambilan kertas jawaban. Meskipun begitu tanggapan yang berkaitan dengan fisik perlulah dihindari, kita juga tidak boleh menginjak-injak harga diri dari siswa tersebut, hanya berikan tanggapan yang sekiranya dapat membuat siswa jera menyontek.
Tidak hanya terjadi di dunia pendidikan, bentuk ketidakjujuran juga terjadi di bidang pemerintahan khususnya bidang politik. Tidak sedikit ditemukan adanya kasus korupsi yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh politik maupun pejabat di instansi tertentu. Tokoh-tokoh politik maupun pejabat pastilah orang yang berpendidikan tinggi, karena untuk mencapai posisinya diperlukan ijazah atau tanda lulus jenjang Pendidikan tertentu. Berpendidikan tinggi disini, apabila ia melakukan hal yang tidak sesuai aturan (seperti kasus korupsi tadi) maka itu menunjukkan bahwa ia tidak terdidik khususnya di bidang karakter.
Pemerintah perlu menetapkan peraturan tegas untuk memberikan hukuman pada para pelaku korupsi tersebut. Karena korupsi ini sangat merugikan rakyat dan juga negara. Hukuman yang diberikan setidaknya membuat pelaku jera, dan sebagai contoh bagi yang lain agar tidak melakukan hal yang serupa.
Dari banyaknya penyimpangan perilaku ketidakjujuran ini, semua kalangan masyarakat maupun pemerintah dan pendidik perlu bekerja sama untuk memastikan karakter kejujuran ini semakin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menerapkan aturan tegas pada setiap orang yang melanggar, yang juga bertujuan agar orang lain menjauhi perilaku melanggar aturan. Demi membangun karakter bangsa dengan sumber daya manusia yang berkualitas.