Penerapan Teori Belajar Humanisme dalam Meningkatkan Pengalaman Siswa
Tanggal : 26 Dec 2023
Ditulis oleh : ABDILLA ALTHAAF
Disukai oleh : 0 Orang
GURU YANG DIRAMPAS ZAMAN
Guru dapat dipercaya dan ditiru. Di tangannya ada harapan masa depan negeri ini dengan melahirkan manusia yang menjunjung tinggi moralitas dan harkat kemanusiaan. Menjadi guru dianggap sebagai profesi yang mulia, jangan tanya berapa gaji guru karena gaji guru tidak sepadan dengan pekerjaan yang digelutinya. Berbeda dengan guru di luar negeri yang gajinya cukup tinggi, seperti di Swiss, Jerman, Kanada dan banyak tempat lainnya.
Meski demikian, ikhtiar guru dalam mendidik generasi muda negeri ini tidak akan pernah berkurang, meski nafas sudah berasa terpisah raga. Namun saat ini pandangan masyarakat terhadap citra guru mulai memudar, akibat banyaknya kejadian seperti kekerasan, perundungan, bahkan pelecehan seksual, guru seolah berada di persimpangan jalan. Dalam menjalankan tugasnya sebagai teladan, seorang guru haruslah dapat dipercaya dan diteladani, dan saat ini seorang guru terus dibayangi oleh berbagai macam ancaman, dari yang terkecil hingga terbesar yaitu jeruji besi, namun sejauh ini sistem pembelajaran tidak akan pernah luput dari guru.
Keadaan sekarang sangat berbeda dari masa lalu, dimasa lalu seorang guru terkenal dengan pemarah atau cara mengajarnya dengan keras, tidak sedikit siswa yang sering mendapat cubitan, hukuman bahkan ada yang kena pukulan tetapi itu merupakan bagian dari bentuk perhatian seorang guru kepada murid. Berbeda dengan masa sekarang seorang guru tidak dibenarkan memukul atau melakukan kekerasan kepada siswa untuk perlindungan anak didik yang sudah diatur dalam pasal 54 Undang-Undang No. 35 Tahun 2002.
Apalagi diera digital ini peran guru semakin penting dalam perkembangan dunia yang berkembang dengan cepat. Guru diwajibkan bisa menyeimbangi perkembangan teknologi dan menjadi motivator, penghubung antara siswa dan pengetahuan yang tidak terbatas yang tersedia di internet. Tetapi, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam memanfaatkan teknologi digital dengan sebaik-baiknya. Yang pertama, seorang guru harus benar-benar memahami teknologi yang ada dan mempelajari bagaimana sistem penggunaannya agar dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Guru diwajibkan mengikuti serangkaian pelatihan terkait teknologi dan mengembangkan keahlian dalam pengunaan teknologi agar bisa membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan secara efektif. Selain itu, guru juga harus menjaga suasana kelas agar tetap fokus dan tidak terganggu oleh fitur-fitur lain yang ada di teknologi digital. Selanjutnya, guru juga dapat memastikan dengan cara memainkan peran yang efektif di era digital yang sangat penting. Ketika teknologi terus mengubah berbagai aspek kehidupan kita, tidak terkecuali cara kita mendidik dan belajar. Dalam esai ini, saya akan mengeksplorasi pentingnya guru di era digital, dengan fokus pada peran mereka dalam membentuk pendidikan untuk generasi masa depan.
Di era digital, guru bertindak sebagai fasilitator dan pemandu, membantu siswa menavigasi berbagai informasi yang tersedia secara online. Dengan munculnya internet, siswa kini dapat mengakses pengetahuan dalam jumlah yang tak terbayangkan hanya dengan jari mereka. Namun, penting bagi guru untuk mengajari siswa cara mengevaluasi dan menyaring informasi secara kritis, memastikan bahwa mereka memperoleh pengetahuan yang berharga dan dapat dipercaya. Dalam melakukan hal ini, guru membekali siswa dengan keterampilan untuk menjadi warga negara yang berpengetahuan di era digital.
Selain itu, di era digital guru memainkan peran penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan mendorong lingkungan pembelajaran kolaboratif. Dengan meningkatnya perangkat dan aplikasi digital, guru dapat memanfaatkan alat-alat ini untuk menciptakan pembelajaran interaktif yang menarik perhatian siswa. Melalui presentasi multimedia, diskusi online, dan proyek kelompok virtual, guru dapat secara aktif melibatkan siswa dalam pembelajaran mereka sendiri. Partisipasi aktif ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajarannya.
Selain memfasilitasi pembelajaran dan interaksi, guru juga berperan penting dalam meningkatkan literasi digital siswa. Di era digital saat ini, sangat penting bagi siswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menavigasi dan menggunakan teknologi secara efektif. Guru harus memberikan panduan tentang cara menggunakan alat digital secara bertanggung jawab dan etis, dengan menekankan pentingnya keamanan online, kewarganegaraan digital, dan potensi resiko terkait duni digital.
Kemudian, di era digital guru berperan sebagai mentor dan panutan. Dengan banyaknya informasi yang tersedia secara online, guru harus membimbing siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Mereka harus mengajari siswa bagaimana mempertanyakan dan menganalisis sumber informasi, mendorong mereka untuk berpikir mandiri dan membentuk opini mereka sendiri. Dengan mendorong pemikiran kritis, guru mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan era digital, dimana misinformasi dan disinformasi tersebar luas.
Singkatnya, peran guru di era digital sangat penting dan beragam. Mulai dari membimbing siswa memperoleh pengetahuan yang luas hingga mendorong interaksi dan kolaborasi, para pendidik membentuk pendidikan generasi masa depan dan membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi era digital. Dengan membekali siswa terhadap keterampilan digital dan mendorong pemikiran kritis, guru membantu siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab di dunia yang berubah dengan cepat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengakui dan mendukung peran guru yang sangat diperlukan dalam lanskap pendidikan digital yang dinamis.