Pembelajaran New Normal, Apa Saja Tantangannya?
Tanggal : 13 Apr 2021
Ditulis oleh : Peni Nur Febriyanti
Disukai oleh : 0 Orang
Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. Kurang lebih satu tahun lamanya kita menerapkan social distancing, dimana kebijakan pembatasan aktivitas masih tetap diberlakukan. Berbagai sektor yang terdampak mulai menjadi perbincangan. Kapan pandemi ini tersudahi? Dari banyaknya sektor yang ada, sektor pendidikan merupakan hal yang sedang hangat dibicarakan, terlebih adanya kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah. Setelah kurang lebih satu tahun mengalami dampak pandemi Covid-19 dan melakukan pembelajaran via daring dengan sisi positif dan negatifnya, akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan baru ”new normal” bagi dunia pendidikan. New normal secara istilah berarti menjalankan aktivitas secara normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Pemberlakuan new normal bagi dunia pendidikan berarti dibukanya pembelajaran secara tatap muka bagi sekolahan dan perguruan tinggi. Akan tetapi, pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut untuk daerah yang sudah dipastikan sebagai wilayah zona hijau. Pembelajaran secara tatap muka tersebut harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah di keluarkan pemerintah.
Tentu saja dalam melakukan sesuatu pasti ada pro dan kontra serta tantangan dan hambatan yang menghadang, dengan begitu pemerintah diharapkan mengeluarkan kebijakan tersebut dengan mepertimbangkan dengan serius karena kebijakan tersebut menyangkut keselamatan dan masa depan bangsa. Menurut UNESCO dalam dokumen yang berjudul Plan For School Reopening, dijelaskan bahwa ada tiga unsur penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan new normal yaitu memperhatikan finansial, memperbaiki infrastruktur dan SDM. Lantas apakah kebijakan pembelajaran new normal ini sudah tepat untuk dilaksanakan? Apa saja kemungkinan tantangan yang ada jika melakukan pembelajaran new normal?
Pembelajaran new normal menuntut siswa/ mahasiswa untuk bertemu secara langsung (tatap muka) dengan pendidik. Adapun tantangan yang mungkin dapat terjadi jika memberlakukan pembelajaran new normal antara lain kebiasaan berkerumun siswa/mahasiswa yang mana kebiasaan merupakan hal yang lumayan sulit untuk diubah. Kebiasaan tersebut menjadi tantangan bagi pihak sekolah/universitas bagaimana menerapkan protokol kesehatan guna mengatur siswa/mahasiswanya yang memiliki kebiasaan tersebut agar tercipta kondisi aman tanpa mengurangi kenyamanan sehingga dapat tercipta pembelajaran yang efektif.
Tantangan selanjutnya yaitu pengeluaran kebijakan new normal terjadi ketika belum semua daerah dinyatakan aman, kebijakan tersebut hanya berlaku di beberapa wilayah saja (zona hijau), hal ini tentu saja merupakan hambatan bagi siswa/mahasiswa yang rumahnya jauh dari sekolah/universitas, mungkin saja daerah mereka belum zona hijau atau bisa saja ada siswa/mahasiswa yang daerahnya masih zona merah sehingga mereka khawatir akan ancaman penularan virus di jalan dan lain sebagainya, bukankah dengan hal tesebut justru kita ikut serta dalam mempercepat penularan virus Covid-19? Belum lagi pelarangan memasuki suatu wilayah khususnya bagi para mahasiswa yang notabenya berasal dari luar daerah bahkan luar pulau.
Ketimpangan kemampuan antar siswa yang meningkat karena interaksi guru dan siswa masing-masing berbeda juga menjadi tantangan ketika dilakukan pemberlakuan new normal khususnya bagi tenaga pendidik. Hal ini membuat beban atau kinerja tenaga pendidik semakin meningkat. Guru atau tenaga pendidik perlu mencari jalan keluar bagaimana mengatasi persoalan tersebut sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Selain ketimpangan kemampuan antar siswa yang meningkat, orang tua juga otomatis akan kesulitan dalam membantu anaknya untuk mengejar ketertinggalan disekolah, sehingga diharapkan ketika masih melakukan pembelajaran daring, orangtua mendampingi anaknya dalam belajar. Pembelajaran tatap muka juga membuat siswa/mahasiswa beradaptasi dengan kebiasaaan baru, kebiasaan lama ketika melakukan pembelajaran daring yang kebanyakan dilakukan dengan seenaknya mau tidak mau harus dihilangkan. Kemudian pihak sekolah/universitas perlu melengkapi sarana dan prasarana yang ada demi kelancaran proses pembelajaran. Guru juga perlu membuat metode pembelajaran yang baru dan menyenangkan sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton dan kuno.
Pemerintah hendaknya melihat tantangan yang kemungkinan besar akan di hadapi oleh para siswa/mahasiswa bahkan juga bagi tenaga pendidik sehingga dapat digunakan untuk pertimbangan dalam pengeluaran kebijakan pembelajaran new normal agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan ditengah proses pembelajaran. Pihak lembaga pendidikan juga harus berperan dengan cara bekerja sama dengan pemerintah, bagaimana mengeluarkan kebijakan terbaik, agar tidak merugikan beberapa pihak. Jika kebijakan tersebut memang sudah di rasa tepat untuk dilaksanakan hendaknya pemerintah membantu memfasilitasi para siswa/mahasiswa dan juga para pendidik, karena sektor pendidikan merupakan sektor terpenting dalam membangun generasi masa depan bangsa.
Mengingat masih banyak wilayah yang terjangkiti virus Covid-19, pemerintah harus lebih giat dalam mensosialisasikan dan melakukan pemantauan mengenai perkembangan penularan Covid-19 yang tengah terjadi. Adanya kebijakan pemerintah tersebut diharapkan masyarakat ikut serta membantu dengan bersama-sama mematuhi kebijakan social distancing yang dikeluarkan pemerintah. Sehingga kebijakan new normal bisa dilaksanakan dengan aman dan nyaman. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Indonesia dan kegiatan sehari-hari dapat berlangsung semestinya khususnya dunia pendidikan yang merupakan sektor pencetak generasi penerus bangsa.
http://m.harianmomentum.com/read/33250/harian-momentum-13-april-2021
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial