Pawang hujan, dihujani hujatan netizen

Tanggal : 25 Mar 2022

Ditulis oleh : ELSA SURYANI

Disukai oleh : 0 Orang

Rara Isti Wulandari menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat nasional maupun internasional lantaran aksinya sebagai pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika 2022. Aksi tersebut menjadi perbincangan oleh warganet hingga menjadi trending topic di Twitter. Banyak yang mulai mempertanyakan latar belakang dari perempuan yang biasa dikenal dengan sebutan mbak Rara.

 

Hujan deras yang terus mengguyur area Sirkuit Mandalika, membuat kegiatan balapan MotoGP ditunda sampai hujan mereda. Rara, sang pawang hujan menggunakan piranti khusus untuk melakukan ritual menangkal hujan. Ia sudah menjadi langganan dalam berbagai even iternasional, seperti Asian Games 2018 dan Turnamen U-19 2018. Bayarannya disebut-sebut mencapai ratusan juta.

 

Perempuan kelahiran 22 Oktober 1983 itu menuai banyak pujian karena telah memperkenalkan budaya Indonesia yang beragam, Bahkan aksi Rara juga disorot oleh pihak MotoGP melalui cuitannya “IT WORKED”. namun siapa sangka, dibalik ramainya pujian tersebut ada juga yang menghujat karena aksinya yang dianggap memalukan dan musyrik.

 

“Sedang menunjukkan atraksi kebodohan kepada dunia. Memalukan! Syirik!” isi cuitan salah satu warganet. “Saat ini, syirik benar-benar dipertontonkan secara terang2an. Na’udzubillah min dzalik” lanjut warganet lainnya. “Adanya pawang hujan di Sirkuit Mandalika bukan hal yang memalukan. Toh media asing dan para pembalap menikmatinya. Karena mereka lebih menghormati kearifan local dari pada kalian yang sok agamis padahal kosong ilmu… Dan salah satu point’ ptg nya.. Indonesia berani menunjukkan pada dunia luar, adat istiadat lokalnya.. termasuk ketika jamuan para pembalap di istana Negara.. mereka disuguhi wedang jahe dan kuliner khas Indonesia” Cuitan salah satu netizen pada media sosial twitter untuk menentang anggapan miring pada mbak Rara. Opini 

Pawang Hujan, Dihujani Hujatan Netizen

 24 Maret 2022 matabanua

oleh: Elsa Suryani

 

Rara Isti Wulandari menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat nasional maupun internasional lantaran aksinya sebagai pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika 2022. Aksi tersebut menjadi perbincangan oleh warganet hingga menjadi trending topic di Twitter. Banyak yang mulai mempertanyakan latar belakang dari perempuan yang biasa dikenal dengan sebutan mbak Rara.

 

Hujan deras yang terus mengguyur area Sirkuit Mandalika, membuat kegiatan balapan MotoGP ditunda sampai hujan mereda. Rara, sang pawang hujan menggunakan piranti khusus untuk melakukan ritual menangkal hujan. Ia sudah menjadi langganan dalam berbagai even iternasional, seperti Asian Games 2018 dan Turnamen U-19 2018. Bayarannya disebut-sebut mencapai ratusan juta.

 

Perempuan kelahiran 22 Oktober 1983 itu menuai banyak pujian karena telah memperkenalkan budaya Indonesia yang beragam, Bahkan aksi Rara juga disorot oleh pihak MotoGP melalui cuitannya “IT WORKED”. namun siapa sangka, dibalik ramainya pujian tersebut ada juga yang menghujat karena aksinya yang dianggap memalukan dan musyrik.

 

“Sedang menunjukkan atraksi kebodohan kepada dunia. Memalukan! Syirik!” isi cuitan salah satu warganet. “Saat ini, syirik benar-benar dipertontonkan secara terang2an. Na’udzubillah min dzalik” lanjut warganet lainnya. “Adanya pawang hujan di Sirkuit Mandalika bukan hal yang memalukan. Toh media asing dan para pembalap menikmatinya. Karena mereka lebih menghormati kearifan local dari pada kalian yang sok agamis padahal kosong ilmu… Dan salah satu point’ ptg nya.. Indonesia berani menunjukkan pada dunia luar, adat istiadat lokalnya.. termasuk ketika jamuan para pembalap di istana Negara.. mereka disuguhi wedang jahe dan kuliner khas Indonesia” Cuitan salah satu netizen pada media sosial twitter untuk menentang anggapan miring pada mbak Rara.

Namun siapa sangka, dengan adanya cuitan-cuitan pro dan kontra, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya belum sepenuhnya paham makna dari Bhinneka Tunggal Ika. Tradisi mengenai pawang hujan sebenarnya sudah ada sejak lama, dengan mengucapkan doa-doa untuk memohon kepada Tuhan. Kepercayaan dan keyakinan tersebut tidak harus dipertentangkan.

 

@ar.dante12 menyebut pawang hujan adalah bagian dari teknik marketing. Terlepas dari komentar negatif yang ditujukan kepada mbak Rara, nyatanya terbukti teknik marketing ini berhasil menyita tensi publik. Beberapa alasan mengapa hal tersebut dapat dikatakan sebagai teknik marketing:

 

(1) Pemilihan dukun perempuan, attensi public tidak akan semenarik ini apabila pawang hujannya laki-laki, karena terlihat biasa saja.

 

(2) sebelum ajang MotoGP dimulai, telah diberitakan mengenai penyelenggara yang meminta seorang perempuan untuk mengendalikan cuaca.

 

(3) Terlihat bahwa mbak Rara dikeluarkan ketika kondisi hujan mulai reda. Kemudian, apabila mbak Rara memang diperuntukkan untuk mengendalikan hujan, ia dapat bekerja dibalik layar tanpa disorot kamera.

 

Adanya pawang hujan membuat publik bertanya-tanya mengenai ada apa tentang Indonesia?. mereka akan terus mengulik mengenai Indonesia, bahkan tertarik untuk mengunjungi Indonesia karena hal “mistis”. Ini dapat dimanfaatkan menjadi ajang promosi gratis, tentang teknik marketing yang cerdas.

 

Pro dan kontra perihal pawang hujan tidak akan ada habisnya, semua tergantung pada isi pikiran dan pendapat masing-masing individu. Tetapi jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan dari perpecahan. Hargai adat-istiadat dan perbedaan pada tiap sudut Nusantara.

https://matabanua.co.id/2022/03/24/pawang-hujan-dihujani-hujatan-netizen/

 




POST TERKAIT

POST TEBARU