Mewaspadai Serangan Culture Shock Terhadap Mahasiswa di Era Pembelajaran Daring

Tanggal : 10 Dec 2021

Ditulis oleh : FASHA MUHAMAD FATHURROJA

Disukai oleh : 0 Orang

Pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia membuat aktivitas kegiatan pendidikan ikut terkena dampaknya. Kegiatan pendidikan yang biasanya dilakukan di tempat  secara langsung dengan tatap muka kini beralih ke pendidikan secara online atau daring (dalam jaringan) melalui aplikasi room online yang mempertemukan semua mahasiswa dalam kegiatan proses pendidikan berlangsung. 
Dunia baru perkuliahan daring  ini, membuat interaksi menjadi serba terbatas hanya mengandalkan room chat online sebagai interaksi antar sesama mahasiswa baru untuk saling mengenal dan berdiskusi. Peran interaksi  sosial secara langsung yang saling menghubungkan manusia, kini dunia telah memberi batas dalam berinteraksi sosial khususnya mahasiswa dalam dunia perkuliahannya.
Mahasiswa yang baru memasuki dunia perkuliahan mau tidak mau harus beradaptasi selama perkuliahannya di tengah pandemi Covid-19 yang masih terasa asing untuk dirinya. Tidak sedikit mahasiswa baru banyak yang cemas dan bingung tentang apa yang harus dilakukannya dan bertanya kepada siapa mengenai suatu hal yang sama sekali tidak diketahuinya. Hanya bisa bertahan dan yakin untuk bisa melaluinya, kita disuguhi oleh pembelajaran dalam pernyataan bahwa pilihan untuk bertahan dan mencoba menerima keadaan adalah membangun persepsi positif untuk diri sendiri. Membangun kepercayaan diri, bahwa semua peristiwa memiliki akhir. 
Transisi memasuki dunia perkuliahan dari jenjang pendidikan sebelumnya adalah hal  yang normatif yang dialami semua mahasiswa baru. Namun, transisi tersebut juga dapat menyebabkan stress karena transisi terjadi secara bersamaan dengan perubahan lain, baik dalam diri individu, di dalam keluarga, maupun di perkuliahan. 
Salah satu pola adaptasi terkait dengan perubahan-perubahan yang dialami mahasiswa baru adalah penyesuaian diri. Scheiders berpendapat bahwa penyesuaian diri adalah  proses kecakapan mental dan tingkah laku seseorang dalam menghadapi tuntutan-tuntutan  baik dari dalam diri sendiri maupun lingkungannya.Kesulitan dalam menyesuaikan diri menimbulkan culture shock pada mahasiswa baru (Rohmah: 2004).
Culture Shock dalam istilah psikologis menggambarkan perasaan yang muncul ketika  seseorang tengah dihadapkan oleh kondisi lingkungan sosial baru yang berbeda dari diri  lamanya. Perasaan yang muncul meliputi perasaan tidak berdaya, rasa takut, gelisah, menarik diri dari lingkungan sosial maupun keluarga, merendahkan diri, merasa diri tak berharga dan ketidakmampuan mengatasi tuntutan lingkungan. Hal tersebut bisa mempengaruhi pola kehidupan individu. Seperti gangguan pola makan  gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, menyendiri, dan mengalami stress yang berkepanjangan. 
Seseorang yang menderita stress, biasanya terlihat pada ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mengalami gangguan kecemasan, depresi dan gangguan psikosomatik. Stress yang terjadi selama proses pendidikan biasa disebut stress akademik. Stress akademik adalah stress yang bersumber dari proses belajar mengajar atau berhubungan dengan kegiatan belajar, seperti tekanan untuk lulus mata kuliah, lama belajar, banyak tugas, kecemasan ujian, dan manajemen waktu (Demita, 2011: 297-298). Sehingga mahasiswa terlihat murung, kehilangan selera humor, sulit tidur, sakit kepala, dan menurunnya imun tubuh. 
Culture Shock yang dialami mahasiswa baru selama perkuliahan daring dimunculkan akibat perasaaan  khawatir tentang dunia perkuliahan barunya. Terputusnya interaksi sosial secara tatap muka  yang beralih menjadi serba online membuat mahasiswa memperkirakan dan berekspektasi  sendiri tentang apa yang terjadi pada lingkungan sosial dan keadaan pada dirinya sendiri. Ekspektasi yang dimunculkan mahasiswa baru menjadi berlebihan hingga mengukur keadaan dirinya ke keadaan yang sebenarnya belum terjadi. Memprediksikan sesuatu dan overthinking yang berlebihan memicu tekanan psikologis seperti stress dan gangguan lainnya pada pola kehidupannya. 
Culture  Shock  sebenarnya  sering  kita jumpai  dan  kita  alami  di kehidupan  kita sehari-hari,  entah  itu  saat  kita  memasuki jenjang  sekolah  maupun  perguruan  tinggi, berada  di  wilayah  asing  yang  berbeda budaya  dan  bahasa,  maupun  dalam pergaulan  lingkungan  sosial.  Reaksi psikologis  dari  culture  shock  umumnya berupa  perasaan  gelisah,  khawatir,  takut, upaya  menarik  diri,  dan  merendahkan dirinya  sendiri. 
Culture  shock  pada mahasiswa  baru  memunculkan  tekanan psikologis  selama  perkuliahan  daring.Culture Shock  yang  dialami  mahasiswa baru selama perkuliahan daring meliputi, pertama, menarik diri dari pergaulan sosial. Kedua, merasa ditolak oleh dunia perkuliahan. Ketiga, homesick atau rindu dengan suasana kampung halamannya. Keempat, kehilangan identitas diri dan tujuan hidup yang setiap perlakuannya cenderung menyalahkan diri sendiri. 
Adapun kelima, kejutan perubahan dan kebiasaan dan tujuan hidup yang salah satunya sedang dialami yaitu gejala pandemi Covid-19 yang masih mewabah sampai saat ini yang berdampak pada proses belajar yang kini beralih via online menggunakan aplikasi zoom  meet atau aplikasi pendukung lainnya. Keenam, sulit Konsentrasi mahasiswa menjadi kesulitan  menangkap informasi yang disampaikan dosen selama perkuliahan. Kehilangan fokus mahasiswa serta mata yang lelah menatap layar laptop dalam jangka panjang.
Diperlukan motivasi serta dukungan psikologis agar mahasiswa mampu menjalani kehidupan perkuliahan dengan penuh semangat. Peran lingkungan keluarga sangat membantu  mahasiswa baru yang mengalami culture shock agar mahasiswa merasa berharga dan merasa masih banyak orang yang peduli padanya. Memperbaiki pola  dalam berpikir  juga  menjadi  alasan pada mahasiswa baru dalam merespons segala hal yang terjadi dalam kehidupannya. Siap menerima perubahan dan mensyukuri  apa  yang  terjadi  menjadi salah satu kunci dalam kehidupan yang bahagia sebagai seorang mahasiswa.

https://matabanua.co.id/2021/12/10/e-paper-harian-pagi-mata-banua-jumat-10-desember-2021/

 




POST TERKAIT

POST TEBARU