Menyoal Maraknya Kasus Kekerasan Seksual di Indonesia

Tanggal : 31 Dec 2021

Ditulis oleh : MUTI'AH

Disukai oleh : 0 Orang

Akhir-akhir ini banyak sekali terdengar berita bahwa maraknya kasus kekerasan seksual di Indonesia. Tengok saja, Komnas Perempuan menerima 4.500 aduan kasus kekerasan seksual pada periode Januari-Oktober 2021. Hal ini dua kali lipat lebih banyak daripada jumlah kasus yang dilaporkan pada Komnas perempuan pada tahun 2020.

Kekerasan seksual memang belum diatur dalam undang undang dan bukan kriminal, namun kasus ini memberikan efek trauma dan memberi ancaman terhadap korban. Hal ini menyebabkan keresahan dan hilangnya rasa aman yang dirasakan para kaum perempuan, dikarenakan akibat dari kejahatan seksual seperti kekerasan dan pelecehan seksual sampai  pemerkosaan ini sering terjadi pada kaum perempuan.

Contoh kasus kekerasan seksual saat ini adalah pemerkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan, prostitusi paksa, perbudakan seksual, perkawinan paksa, dan masih banyak lagi. Kekerasan seksual dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun baik di tempat-tempat umum, di sekolah atau universitas, maupun di rumah. Pelaku dari kejahatan inipun tidak mengenal siapa dan apa gelarnya, karena sekelas pejabat, dosen, dan pemuka agama-pun juga dapat menjadi pelaku dari kekerasan seksual tersebut.

Kalau kita telusuri, beberapa penyebab meningkatnya kekerasan seksual di Indonesia yaitu; semakin mudahnya akses pornografi di dunia maya dan kurangnya kedekatan pelaku kejahatan pada Tuhannya. Keterbukaan pakaian wanita juga dapat memicu terjadinya kekerasan seksual berupa pelecehan seksual. Namun memang tidak dipungkiri jika wanita sudah menggunakan pakaian tertutup tetapi pelaku memang memiliki pikiran yang tidak jernih dan jahat.

Banyak sekali dampak yang terjadi pada korban kekerasan seksual. Pertama, dampak psikologis korban kekerasan dan pelecehan seksual akan sangat traumatis, dan stres yang dialami korban dapat mengganggu fungsi dan perkembangan otak.

Kedua, dampak fisik, pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak merupakan penyebab utama penularan penyakit menular seksual (PMS). Korban juga dapat mengalami trauma internal dan pendarahan. Dalam kasus yang parah, dapat merusak organ dalam. Bahkan dalam beberapa kasus, itu bisa berakibat fatal.

Ketiga, pengaruh sosial. Korban kekerasan dan pelecehan seksual seringkali dikucilkan dari kehidupan sosial dan harus dihindari karena mereka membutuhkan motivasi dan dukungan moral untuk kembali ke kehidupan normal.

Sebagai perempuan sebaiknya memiliki upaya untuk mencegah kasus kekerasan seksual agar tidak terjadi pada diri kita. Dimulai dari diri kita sendiri yaitu, berpakaian tertutup dan sopan, tidak terlalu terbuka. Kemudian, keluar rumah saat seperlunya saja, dan diusahakan tidak sendirian, jika terpaksa keluar rumah sendirian sebaiknya membawa alat pelindung diri. Terakhir, memiliki ilmu beladiri, memiliki ilmu beladiri ini sangat penting untuk kita agar dapat membela diri dan melawan disaat sedang merasakan keresahan.

https://matabanua.co.id/2021/12/27/menyoal-maraknya-kasus-kekerasan-seksual-di-indonesia/

 




POST TERKAIT

POST TEBARU