Menyoal Dampak Body Shaming di Media Sosial
Tanggal : 23 Dec 2021
Ditulis oleh : ADISYA RAHMAWATI
Disukai oleh : 0 Orang
Sebagian orang pasti sudah tidak asing dengan istilah body shaming. Namun, banyak juga orang yang tidak mengerti dan tidak menyadari hal yang dilakukan adalah sebuah bentuk body shaming. Apa sih body shaming itu? body shaming menurut kamus Oxford adalah perilaku mempermalukan seseorang dengan menghina atau membuat komentar negatif mengenai bentuk atau ukuran tubuh seseorang. Body shaming dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk bullying yang banyak terjadi di lingkungan kita. Perbedaannya adalah jika body shaming hanya spesifik ditujukan pada bentuk dan ukuran tubuh. Sedangkan bullying mencakup hal yang lebih besar dan didefinisikan sebagai bentuk agresi kepada orang lain baik secara fisik maupun verbal.
Dalam era global saat ini dapat dilihat perkembangan zaman yang terjadi begitu cepat dan makin canggih dengan perkembangan teknologi. Teknologi saat ini memberi banyak manfaat dan mempermudah manusia dalam kegiatan sehari-hari. Bentuk nyata dari perkembangan salah satunya adalah gadget, semua orang tentu mempunyai dan dalam menggunakan nya pasti berbeda-beda. Hampir 90% gadget digunakan untuk bermain media sosial.
Media sosial adalah media untuk melakukan sosialisasi antara satu dengan yang lain dan dilakukan secara online untuk memudahkan manusia untuk berinteraksi tanpa batas waktu. Media sosial juga memiliki pengaruh besar bagi kehidupan seseorang saat ini. Adanya media sosial seperti instagram, twitter, facebook, digunakan untuk mempublikasikan konten seperti profil, aktivitas, atau berbagai opini pengguna untuk memberikan ruang bagi komunikasi dan interaksi dalam jejaring sosial. Media sosial juga digunakan sebagai “ senjata baru” dalam berbagai bidang contohnya body shaming, salah satunya yaitu instragram. Instagram merupakan media sosial yang paling sering digunakan oleh para pelaku body shaming untuk menjalankan aksinya.
Di instagram banyak ditemukan beraneka ragam kalimat yang menunjukkan body shaming dan berbagai ejekan yang sangat keji. Body shaming dan ejekan bisa ditemukan pada orang yang memiliki hati yang jahat dan memiliki penyakit di dalam hatinya. Pada mulanya, body shaming hanya menjadi trend untuk bahan candaan saja, tetapi lama kelamaan menjadi serius hingga menjatuhkan atau menjelek-jelekkan orang lain, yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dari orang yang menjadi objek body shaming tersebut. Biasanya, Perilaku body shaming sendiri lebih banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti teman-teman kita sendiri yang sering mengejek bentuk tubuh yang tidak sempurna dan hal ini membuat korban tidak percaya diri, merasa direndahkan oleh orang-orang dan berusaha untuk membentuk tubuh yang lebih ideal.
Bila kondisi body shaming ini masih tetap berlanjut dalam jangka waktu yang lama, maka akan mempengaruhi harga diri atau self esteem seseorang, meningkatkan isolasi menarik diri, menjadikan seseorang yang rentan terhadap stres dan depresi serta rasa tidak percaya diri. Memengaruhi cara korban memaknai perilaku itu sendiri. Membuat seseorang membenci tubuhnya,memicu makan berlebihan, kecemasan sosial. Selain itu, perundungan juga banyak dilakukan dan paling berdampak pada psikis korban ialah perundungan verbal yang memicu keinginan bunuh diri pada korbannya.
Latar belakang yang memicu mengapa orang melakukan body shaming adalah adanya pikiran atau pandangan tradisional akibat post kolonialisme yang memberi standar kecantikan dengan bentuk tubuh ideal, berkulit putih hingga tubuh yang tinggi. Merasa minder dengan dirinya sendiri, tidak bahagia dengan hidupnya, berasal dari keluarga dengan pola didik yang tidak sehat, dan memiliki sifat sombong sehingga membuatnya iri dan dengki. Rasa cemburu biasanya datang tanpa kita sadari tapi berujung pada perasaan iri dan khawatir sehingga membuat hidup jadi tidak tenang. Untuk mengatasi body shaming beberapa cara untuk mengurangi perasaan malu, setelah menerima perlakuan body shaming yaitu, berlatih untuk mensyukuri kondisi diri sendiri, menyadari dan menerima kekurangan pada diri sendiri, ciptakan inner supporter untuk melawan inner bully, mengubah pola pikir terhadap diri sendiri, dan selektif terhadap pesan di media sosial.
mencintai diri sendiri apa adanya atau biasa disebut self love. Selanjutnya, bergaul dengan orang yang berbeda, berpikir positif dengan kekurangan yang dimiliki, menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, miliki perspektif tentang arti kecantikan dan kesempurnaan. Kemudian, hal penting selanjutnya yaitu hiraukan atau abaikan setiap ejekan orang lain, karena kita hanya dianugerahi dua tangan untuk menutup kedua telinga bukan untuk membungkam perkataan jelek orang-orang.
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial