Menjadi Manusia Beradab di Bulan Rajab
Tanggal : 02 Mar 2022
Ditulis oleh : SOFI NIHAYATUL KAMILAH
Disukai oleh : 0 Orang
Rajab merupakan salah satu bulan hijriyah, dimana bulan ini dimuliakan, dihormati, dan diagungkan oleh umat Islam. Karena didalamnya terdapat peristiwa penting yang menjadikan umat muslim melaksanakan suatu perintah sebagai kewajiban. Perstiwa tersebut ialah isra mi’raj, kekasih kita Nabi Muhammad saw mendapatkan perintah perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Perjalanan semalaman itu berbuah hadiah berupa sholat 5 waktu. Ibadah yang satu ini merupakan salah satu kunci seseorang dalam berperilaku dalam kesehariannya. Orang yang menjaga sholatnya pastilah ia terjaga dari kemungkaran.
Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa barang siapa yang tidak khusuk dalam sholatnya maka akan sia-sia. Mengingat keadaan sholat sendiri ibarat sedang berhadapan langsung dengan sang pencipta alam semesta. Dengan ini, siapa yang menjaga sholatnya maka ia berusaha mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Apabila ia lalai dalam sholatnya maka tidak merasa takut akan perbuatan kemungkaran. Begitu besar peran sholat dalam keseharian kita, keutungan dunia dan akhirat akan didapatkan.
Melihat sekitar kita, begitu banyak pemuda-pemudi bahkan orang tua pun belum bisa mencegah kemunkaran dengan optimal. Salah satu sikap yang memprihatinkan ialah berkurangnya adab. Cara bertingkah laku sekarang semakin luntur akan budaya sopan dan santun. Padahal negara kita dikenal oleh wisatawan asing sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya. Pengaruh zaman menjadikan anak muda sekarang kurang terdidik dalam beradab bersama orang dewasa. Seperti halnya mereka menuntut dengan kasar apabila keinginan mereka tidak terpenuhi. Mereka lakukan perang adu mulut dengan orang tua sendiri seolah mereka paling hebat dan benar. Cara mereka melayani tamu pun masih minim karena sibuk dengan gadgetnya. Seperti halnya mereka sedang asyik chattingan dan game online, ketika orang tua menyuruh menyapa tamu malah dianggap sebagai suatu gangguan, sampai bilang “ah… ibu mah gangguin aja nich”. Hal ini sungguh sangat disayangkan dan tentunya bukan bagian dari manusia beradab.
Manusia beradab adalah manusia yang memiliki kesopanan dan bisa beradaptasi dengan lingkungan secara ramah dan tidak menyakiti sekitarnya. Dalam Islam adab atau akhlak sangat diprioritaskan bersamaan dengan ibadah, muamalah, dan akidah. Seorang muslim tidak bisa lepas dari keempatnya karena saling berkaitan. Ketika adab tidak diperhatikan maka ibadah dan lainnya akan sia-sia. Bagi yang berpendidikan pun adab harus diutamakan, terlebih lagi kita mulai di didik sejak TK. Kesempatan mengemban ilmu hingga perguruan harusnya menjadikan kita menjadi pribadi yang beradab dan berbudaya.
Nilai-nilai pancasila yang sudah kita perdalami sejak dibangku SD harus diimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila ialah dasar negara Indonesia yang fundamental, Bangsa Indonesia memiliki pancasila sebagai landasan nilai pengembangan ilmu dan akhlak atau etika seseorang. Dimana kandungannya berisi lima dasar pedoman hidup bisa menjadikan manusia beradab yaitu : Ketuhanan, kemanusiaan, nasionalisme, musyawarah, dan keadilan sosial.
Sila pertama mengajarkan untuk patuh dan taat pada tuhan-Nya. Percaya akan yang ghaib emang lah sulit, tapi jika hal ini dipaksakan dan dibiasakan maka akan memiliki semangat spiritual tinggi. Kemudian sila kedua hingga kelima berhubungan dengan manusia. Disitu kalo kita benar-benar dilatih cara beradab dengan teman, orang tua, dan lingkungan sekitar agar senantiasa toleransi dan bisa beradaptasi baik dengan sesama. Maka nilai-nilai ini jika dijalankan akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi bangsa karena memiliki bangsa yang beradab dan berbudaya.
Dengan demikian berprestasi tinggi merupakan suatu impian. Namun jika adab tidak diperhatikan maka akan menjadi suatu kemadharatan. Oleh karena itu, perlu pemahaman nilai-nilai yang baik yang harus diterapkan dalam pergaulan terutama orang yang memiliki pendidikan.
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial