Mengagumi Wayang Sebagai Kearifan Lokal dan Pesona Nusantara
Tanggal : 23 Dec 2022
Ditulis oleh : SEPTY NUR FADHILAH
Disukai oleh : 1 Orang
Pengukuhan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terhadap wayang Indonesia ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia, merupakan pengakuan internasional yang mampu meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap wayang Indonesia. 19 tahun yang lalu wayang telah resmi ditetapkan menjadi warisan budaya takbenda dari Indonesia oleh UNESCO adalah sebuah prestasi dan apresiasi yang membanggakan sebab Wayang Indonesia telah diakui oleh dunia.
Seni wayang merupakan seni budaya warisan dari para leluhur bangsa. Wayang adalah bayang-bayang kehidupan manusia bukan hanya sekedar membayangi tetapi dapat mewadahi dan mengatmosfer menjadi refleksi dalam menanggapi dan menghadapi zaman. Wayang bukan sekedar karya seni tetapi juga identitas bangsa Indonesia. Wayang merupakan salah satu bentuk dari diplomasi budaya Indonesia hasil dari kearifan nenek moyang kita yang mampu hidup ditengah kerasnya berbagai arus perkembangan zaman.
Suatu kesenian yang mengkolaborasikan dari berbagai unsur seni, baik dari seni tari, seni ukir, seni lukis, senu musik, seni drama dan berbagai unsur lainnya, yang dikemas menjadi satu kesatuan di dalam suatu pertunjukan yaitu wayang. Wayang yang menjadi bayangan hidup manusia, di dalamnya terkisah narasi baik berupa kepahlawanan maupun perjuangan yang dikemas dengan budaya Indonesia yang apik. Dengan berbagai karakter tokoh apapun mempunyai makna dan peran yang sama seperti peran manusia di dunia nyata. Baik kisah, bentuk dan permainan musiknya semuanya mempunyai makna dan nilainya tersendiri. Wayang yang merupakan warisan mahakarya dunia takbenda yang memiliki nilai-nilai luhur untuk kemanusiaan, bukanlah kekunoan melainkan bukti dari peradaban manusia yang reflektif, filosofis, dan adaptif terhadap berbagai terpaan arus digitalisasi.
Wayang sudah lama diakui oleh UNESCO sebagai warisan maha budaya, tapi mengapa wayang justru masih sepi perhatian ditanah kelahirannya sendiri. Perkembangan zaman yang semakin kesini menggerus budaya lokal, membuat kita sebagai generasi penerus bangsa harus kembali merangkak untuk bisa memahami dan belajar tentang wayang. Pada saat kita kecil wayang sudah mulai tergerus dengan bacaan komik, saat kita remaja mulailah masuk pertunjukan bioskop, dan sekarang makin tersudutlah esistensi wayang dengan kehadiran aplikasi-aplikasi digital semacamnya. Ditangan generasi milenial mestinya wayang bisa menjadi karya yang sangat luar biasa di era zaman digital. Teknologi sejatinya bukanlah ancaman, tetapi bagaimana cara manusia membangun alur peradaban yang berkembang, bukan justru hanyut dalam gagap gempita zaman.
https://matabanua.co.id/2022/12/22/mengagumi-wayang-sebagai-kearifan-lokal-dan-pesona-nusantara/