Memulai Usaha dengan Analisis SWOT

Tanggal : 24 Nov 2021

Ditulis oleh : SETRI SUNU ROFIFAH

Disukai oleh : 0 Orang

Saat ini usaha rumahan banyak digeluti oleh sebagian besar masyarakat. Keadaan ekonomi menjadi salah satu alasan bagi kalangan masyarakat. Di era pandemi saat ini kita dihadapkan dengan banyak masalah terkait aspek ekonomi. Penghasilan masyarakat yang menurun karena pandemi mengakibatkan sebagian sektor usaha mengurangi aktivitasnya atau tutup total.

Hal tersebut menyebabkan sebagian pekerja di sektor usaha mengalami dampaknya. Tak hanya gaji yang dikurangi ataupun dipotong. Bahkan sebagian pekerja yang kehilangan pekerjaannya dikarenakan pengurangan tenaga kerja dari sektor usaha tersebut. Akibatnya ada diantara sebagian masyarakat yang terpaksa mencari alternatif lain bahkan ada juga yang menganggur.

Tentunya kita sebagai masyarakat harus bisa menyesuaikan diri terhadap apapun yang akan terjadi di masa depan. Seperti halnya menemukan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di masa sekarang. Tidak perlu mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Bisa juga membangun inovasi dengan mengaplikasikan ide dan pikiran yang kita miliki. Salah satunya yang paling diminati yaitu dengan usaha rumahan.

Dilansir dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pada akhir tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2021 tumbuh sebesar 7,07% (yoy). Ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Sekaligus mencatat rekor pertumbuhan triwulan tertinggi sejak Krisis Subprime Mortgage. Bahkan menyaingi pertumbuhan ekonomi di negara peers.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai bidang pendorong pertumbuhan tersebut. Salah satunya didorong dengan membaiknya kondisi perekonomian domestik yang mendorong kapasitas produksi di dunia usaha. Ini juga karena seluruh sektor lapangan usaha mengalami perbaikan. Seperti halnya sektor industri pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB tumbuh positif sebesar 6,58% (yoy).

Tidak hanya usaha besar yang mendorong perekonomian negara, tetapi usaha kecil pun juga bisa. Seperti sekarang ini, masyarakat banyak menggeluti dunia usaha dibandingkan mencari pekerjaan lain. Masyarakat lebih tertarik dengan usaha ini, karena menghasilkan penghasilan yang lebih menjanjikan.

Usaha yang bisa digeluti oleh seseorang bisa dari berbagai macam. Contohnya seperti usaha penghasil barang, usaha kuliner, usaha penyedia jasa, dan usaha rumahan. Yang paling mudah diterapkan oleh masyarakat salah satunya yaitu usaha rumahan. Hal ini karena usaha rumahan hanya digunakan satu keluarga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Dan juga merupakan usaha seperti menjual makanan atau barang-barang kecil yang dititipkan ke seseorang.

Setiap orang bahkan bisa untuk menekuni usaha rumahan ini. Dengan cara mengembangkan kemampuannya seperti halnya membuat inovasi di bidang kuliner. Contohnya  bisa mengembangkan makanan daerah menjadi sesuatu yang menarik.

Adapun yang perlu diperhatikan dalam memulai sebuah usaha yaitu dengan memperhatikan beberapa aspek. Yang pertama yaitu peluang usaha, peluang usaha merupakan sebuah kesempatan yang muncul kemudian kesempatan tersebut bisa menjadi ide bagi seorang pengusaha.

Dari peluang tersebut, maka seseorang yang memulai usaha harus berani mengambil resiko. Dari resiko inilah pengusaha harus memiliki kemampuan untuk merencanakan teknik dan strategi. Agar bisa mewujudkan perubahan di dalam lingkungan usahanya. Resiko usaha ini berupa kegagalan atau ketidakberhasilan dalam menangkap peluang usaha.

Ada juga resiko usaha yang dapat ditimbulkan seperti permintaan yang berupa perubahan mode, selera, dan daya beli. Perubahan konjungtur, berupa perubahan kondisi perekonomian yang pasang surut. Yang terakhir karena adanya persaingan.

Tidak hanya itu saja, seorang pengusaha harus melakukan pemetaan peluang usaha. Peluang usaha ini juga dapat disebut analisis SWOT. Yang terdiri dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman).

Untuk pertama, yaitu Strength (kekuatan). Ini merupakan kekuatan yang disusun dari berbagai keunggulan yang dimiliki oleh usaha. Produk yang dijual oleh pengusaha harus memiliki keunggulan dari segi merk, pelanggan, neraca yang kuat, dan produk yang unik.

Kedua, yaitu Weakness (kelemahan). Analisis ini berisi kelemahan yang terdapat pada usaha. Kelemahan ini perlu ditingkatkan oleh pengusaha. Tujuannya agar produk tetap kompetitif untuk bersaing dipasar.

Ketiga, yaitu Opportunity (peluang). Analisis ini mengacu oleh adanya faktor eksternal yang menguntungkan. Yang artinya faktor tersebut dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi produk.

Keempat, yaitu Threat (ancaman). Pengusaha harus mengetahui ada nya faktor-faktor yang berpotensi merugikan usaha. Misalnya, banyaknya pesaing yang juga membuka usaha yang sama dengan usaha kita. Atau seperti kenaikan biaya, bencana , pasokan tenaga kerja, dan lain-lain.

Dalam hal ini, perlu diingat bahwa dalam membangun usaha diharuskan adanya pemikiran yang matang. Tak hanya itu saja, semua bagian di atas perlu diketahui oleh seorang pengusaha. Usaha tak harus dalam bentuk industri besar, tetapi juga bisa berbentuk usaha kecil. Salah satunya usaha rumahan yang sekarang banyak digeluti oleh masyarakat. Dengan mengembangkan sesuatu yang masih kecil, dengan ketekunan dan ketelitian semua usaha yang kita tekuni akan menjadi besar. Yang terpenting usaha membutuhkan modal.

https://harianmomentum.com/read/37783/harian-momentum-edisi-24-november-2021




POST TERKAIT

POST TEBARU