Membangun Karakter Peserta Didik di Masa Pandemi
Tanggal : 23 Feb 2022
Ditulis oleh : LEGENDARIA RAULA SAPUTRI
Disukai oleh : 0 Orang
Membangun Karakter Peserta Didik di Masa Pandemi
Oleh: Legendaria Raula Saputri
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pendidikan karakter merupakan upaya mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan baik atau memiliki akhlak mulia dan berkepribadian Indonesia. Keberhasilan pendidikan karakter mengisyaratkan pembelajaran tidak serta merta dilihat dari perspektif ranah kognitif saja melainkan bagaimana keseimbangan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang muaranya adalah mewujudkan manusia seutuhnya. Kondisi pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan formal dalam upaya pendidikan karakter bangsa. Telah kita ketahui bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik sebagai upaya membangkitkan semangat dan mengajarkan peserta didik agar memiliki karakter yang baik, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan mampu berfikir kritis, aktif, dan kreatif (Wayan Eka Santika, 2020: 9).
Setiap individu yang berkarakter dimulai dari menumbuhkan kesadaran diri dalam bertindak sesuai norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, memahami pentingnya menerapkan nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, serta berkomitmen untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam bentuk perilaku dan tindakan. Dalam hal ini, karakter mempunyai tiga komponen yang paling mendasar yaitu moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral behaviour (tindakan moral)
Pada masa pandemi, selain pembelajaran dan pendidikan karakter yang diberikan oleh guru, pembentukan karakter siswa juga membutuhkan dorongan dari orang tua yang berperan aktif dalam mendidik dan mengajarkan anak tentang nilai-nilai karakter di dalam lingkup keluarga. Pembelajaran yang dilakukan secara daring mengharuskan orangtua untuk ikut serta dalam pembentukan karakter anak di rumah, karena orangtua memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendidik dan mengawasi karakter anak secara langsung. Kolaborasi antara guru dan orangtua dalam membentuk karakter siswa tentu akan membantu peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan dan karakter kepribadiannya dengan lebih baik.
Adanya perubahan metode pembelajaran pada masa pandemi yang dilakukan dirumah dengan metode daring, Pendidikan berkarakter saat pembelajaran daring ini dapat tetap dikontrol oleh pendidik. Salah satunya dengan melakukan kontrol melalui video meeting pada fitur teleconference di e-Learning. Dengan video meeting pendidik dapat melihat secara langsung siswa melaksanakan tanggung jawabnya untuk belajar. Selain itu, pendidik juga dapat memberikan live quiz saat panggilan video berjalan. Sehingga dapat meminimalkan siswa menyalin jawaban langsung dari internet.
Seyogyanya dipahami oleh pengajar tidak hanya sekedar menyelesaikan kurikulum pembelajaran, pembelajaran tidak hanya sekedar transfer knowledge dengan menyampaikan materi ataupun memberi tugas tetapi ada nilai atau karakter yang tetap harus ditanamkan dan dibangun pada peserta didik. Ada beberapa nilai pendidikan karakter yang beberapa diantaranya menjadi actual di masa pandemi covid-19 ini. Pertama disiplin, disiplin yang merujuk pada patuh dan tertibnya peserta didik dalam menaati peraturan.
Selain itu, guru juga harus selalu mengontrol setiap kata-kata yang ditulis oleh siswa baik di dalam tugas, e-Learning maupun di grup WhatsApp. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penanaman karakter sopan dan santun. Jadi, pendidikan karakter di masa pandemi ini merupakan tanggung jawab bersama pendidik dan orang tua serta tidak menghilangkan karakter baik siswa sekalipun dunia sedang diterpa badai pandemi.
Tentu tidak mudah bagi seorang pendidik untuk mencari jalan keluar atas permasalahan pembelajaran daring ini, namun guru tetap dituntut untuk mencari solusi sebagai konsekuensi sebagai seorang pendidik. Hal pertama yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah menjaga komunikasi dengan murid, misalnya dengan teguran atau sapaan setiap pagi. Maksud dari aktivitas tersebut adalah untuk menjaga semangat dan mengingatkan kembali bahwa pendidik selalu memantau dan menjadi teladan bahwa sikap ramah itu sangat penting.
Belajar menggunakan waktu secara produktif selama pandemi Coronavirus harus dimungkinkan sesuai rencana pembelajaran. Pendidik harus memikirkan bagaimana mengukur penanda orang yang akan dicapai dalam pembelajaran internet. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah hal yang merupakan istilah terbaik bagi mahasiswa untuk tertarik pada pembelajaran berbasis web. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengalami kelelahan dalam siklus pembelajaran.
Pada intinya, pendidikan karakter tidak hanya mampu meningkatkan perilaku dan akhlak peserta didik, tetapi juga untuk menumbuhkan setiap potensi yang dimiliki oleh peserta didik, serta dan mengajarkan betapa pentingnya pentingnya dan memberikan penanaman pentingnya memisahkan antara nilai-nilai karakter yang baik dan tidak baik bagi dirinya.
Link Koran: https://matabanua.co.id/2022/02/23/e-paper-harian-pagi-mata-rabu-23-februari-2022/
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial