Memaksimalkan Aplikasi Video Conference sebagai Media Pembelajaran Daring
Tanggal : 13 Apr 2021
Ditulis oleh : Shela kusuma wardhani
Disukai oleh : 0 Orang
Seperti yang kita semua ketahui, covid-19 telah berlangsung selama satu tahun lebih sejak diumumkannya kasus covid-19 pertama di Indonesia pada bulan Februari 2020 lalu. Dampaknyapun masih kita rasakan hingga saat ini mulai dari ekonomi, sosial budaya, politik, hingga pendidikan. Akibatnya, kini hampir seluruh negara terjadi pandemi dan mengharuskan semua kegiatan dilaksanakan dari rumah secara daring baik dalam bidang pekerjaan maupun pembelajaran. Dalam dunia pendidikan sendiri, adanya covid-19 ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap sistem pembelajaran dari yang konvensional menjadi daring seutuhnya. Hal ini membuat tenaga pendidik harus memutar otak dan merombak rencana pembelajaran guna menyesuaikan sistem pembelajaran yang harus dilaksanakan secara daring. Tenaga pendidik harus pandai-pandai dalam menyusun rencana pembelajaran agar materi yang diajarkan secara daring dapat dimengerti dan mudah diterima oleh siswa. Salah satu faktor yang menentukan hal tersebut adalah dengan menentukan media pembelajaran yang tepat.
Sejak adanya pandemi ini, banyak sekali media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dengan berbagai macam fiturnya. Adapun media pembelajaran ini semakin berinovasi kian harinya seperti adanya web pembelajaran, aplikasi berisi materi, e-learning yang digunakan di sekolah, dan lain-lain. Selama satu tahun lebih melakukan pembelajaran daring, media pembelajaran berbasis aplikasi video conference terlihat lebih banyak diminati oleh guru dan murid dibandingkan media pembelajaran lainnya dikarenakan fiturnya yang cukup banyak. Akan tetapi, masih ada yang belum mengetahui fitur fitur tersebut dan membuat aplikasi video conference terkesan monoton dan kurang berfungsi dengan baik.
Adapun fitur yang pertama adalah membagikan layar. Fitur ini memang sudah banyak diketahui dan menjadi alasan mengapa banyak tenaga pendidik dan murid memilih media pembelajaran berbasis aplikasi video conference. Namun, tidak dipungkiri masih ada tenaga pendidik yang informasi teknologinya masih kurang hingga tidak pernah menggunakan fitur ini. Jadi, ia hanya mengandalkan penjelasan dari dirinya sendiri saja dan menganggap muridnya paham dengan penjelasan tanpa gambaran nyata mengenai materi tersebut. Padahal hal itu malah membuat murid tidak paham. Untuk menggunakan fitur ini, pemateri bisa menjadi host terlebih dahulu kemudian menekan opsi bagikan layar untuk memperlihatkan materi yang akan ia jelaskan.
Kedua, fitur mengaktifkan kamera. Fitur kamera dapat berfungsi untuk mengawasi murid apakah ia memperhatikan pembelajaran atau tidak. Fitur kamera pula saat ini dikembangkan lebih baik lagi oleh pemilik aplikasi hingga dapat mengubah background maupun memberikan efek pada wajah agar terlihat segar. Akan tetapi, banyak video viral akhir akhir ini mengenai tenaga pendidik yang kebingungan tentang mengapa ia tidak bisa melihat wajah muridnya sendiri. Padahal, hal itu disebabkan oleh muridnya yang tidak menyalakan kamera. Hal ini dirasa sangat menyedihkan karena tenaga pendidik merasa dirinya hanya mengajar sendiri tanpa ada seorangpun. Sebenarnya hal seperti ini tergantung dari masing-masing pendidik apakah ia tidak masalah jika tidak menyalakan kamera atau malah tidak suka. Baiknya dikomunikasikan terlebih dahulu apakah ia wajib menyalakan kamera atau tidak dan apabila melanggar kesepakatan dapat diberi hukuman tergantung tenaga pendidik itu sendiri.
Ketiga, fitur merekam. Merekam disini adalah merekam apa saja yang terjadi dalam video conference tersebut. Pada pembelajaran hal ini sangat berfungsi terutama bagi murid. Biasanya, murid yang terkendala sinyal saat pembelajaran berlangsung akan tertinggal dan sulit menangkap penjelasan dari gurunya. Untuk mengatasi hal ini salah satunya cara adalah dengan merekam proses pembelajaran untuk kemudian ditonton kembali agar murid dapat memahaminya. Selain itu rekaman juga dapat ditonton kembali apabila murid ingin belajar dan memahami sendiri hal-hal yang belum mereka pahami. Sangat sayangkan sekali, fitur seperti ini malah jarang diketahui padahal sangat bermanfaat bagi murid maupun tenaga pendidik. Fitur ini ada pada bagian pengaturan aplikasi dan sangat mudah digunakan.
Masih banyak sekali fitur fitur lain yang ada pada aplikasi video conference. Hal ini juga tergantung aplikasi mana yang ingin digunakan karena setiap aplikasi memiliki fiturnya sendiri. Akan tetapi, fitur diatas adalah hal paling dasar di sebuah aplikasi video conference. Oleh karena itu, fitur-fitur tersebut hendaknya lebih dimaksimalkan penggunaannya agar tidak sia sia sehingga manfaat dari aplikasi tersebut dapat dirasakan lebih lagi dan dapat menunjang kelancaran pembelajaran serta membuatnya efektif dan efisien.
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial