Memaknai Hari Pahlawan

Tanggal : 17 Nov 2022

Ditulis oleh : EKA RAMADHANI

Disukai oleh : 0 Orang

Memaknai Hari Pahlawan

Oleh: Eka Ramadhani

Mahasiswa Pendidikan Kimia

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Tiap 10 November bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan. Kalau kita tengok kilas balik sejarah pada momentum inilah terjadi peristiwa penting dan sangat bersejarah dimana banyak sekali pejuang gugur akibat peristiwa pertempuran yang terjadi di Surabaya yang pada akhirnya dikenal sebagai Hari Pahlawan. Jika dahulu kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan negara misalnya mitigasi bencana alam, kemiskinan, pandemi Covid-19, dan bahkan berjuang melawan arus globalisasi yang mengancam eksistensi kebudayaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan Indonesia.

Apapun yang telah diperjuangkan oleh pahlawan Indonesia merupakan suatu hadiah untuk generasi saat ini. Kita sebagai generasi penerus perjuangan perlu mengenang jasa-jasa para pahlawan kita yang telah gugur dalam membela bangsa dan negara. Untuk mengenang jasa para pahlawan, rakyat Indonesia biasa memperingatinya dengan melakukan upacara hingga mengheningkan cipta yang dilakukan secara serentak selama 1 menit.

Pada akhirnya Presiden Soekarno menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan, pada 16 Desember 1959 dan tercantum dalam Keppres No.316 tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang bukan Hari Libur. Sosok Bung Tomo juga menjadi salah satu sosok yang penting dan berpengaruh. Bagaimana Bung Tomo sendiri berhasil membangkitkan semangat rakyat Indonesia dan pemuda Surabaya untuk Bersatu melawan penjajah. Melalui siaran radio pemberontakan miliknya Bung Tomo mengajak seluruh pemuda Surabaya dimanapun berada untuk segera kembali melawan tentara inggris yang menyerang Indonesia setelah merdeka. Walaupun saat itu Indonesia kalah dalam pertempuran, namun akhirnya rakyat Surabaya berhasil mengusir penjajah dari Indonesia dan Indonesia dapat berdiri sendiri bebas dari campur tangan penjajah.

Peristiwa pertempuran terjadi bermula karena kemarahan warga Surabaya. Mereka menganggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera merah putih kemudian melakukan protes di depan Hotel Yamato dan meminta bendera Belanda diturunkan lalu dikibarkan bendera Indonesia. Kemudian pada 29 Oktober, pihak Indonesia dan Inggris sepakat menandatangani gencatan senjata. Namun pada keesokan harinya, kedua pihak bentrok dan menyebabkan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan negara Inggris tewas tertembak hingga mobil yang ditumpanginya diledakkan oleh milisi.

Berlanjut Ketika Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh menindaklanjuti atas terbunuhnya Jendral Mallaby. Mansergh mengeluarkan ultimatum meminta rakyat Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) dan Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Kemudian Mansergh juga mengancam akan menggempurkan kota Surabaya dari darat, laut, dan udara. Ultimatum tersebut membuat rakyat Surabaya marah hingga terjadi pertempuran 10 November dan perang berlangsung sekitar tiga minggu. Diantaranya tokoh-tokoh yang menggerakkan perjuangan rakyat Surabaya yaitu Sutomo, K.H. Hasyim Asyari, dan Wahab Hasbullah.

Makna dari kisah tersebut tak hanya menampilkan sejarah negara saja. Namun juga mengajarkan bagaimana keteladanan kepada anak-anak Indonesia tentang kegigihan, kejujuran, pantang menyerah, dan memiliki rasa semangat yang tinggi. Kemudian menerapkannya pada kehidupan sehari-hari dengan tekun belajar, meraih prestasi, saling tolong- menolong, dan membiasakan anak untuk mengucapkan maaf dan terimakasih kepada orang lain.

Kemudian makna lainnya kita sebagai bangsa Indonesia yang merdeka berhak mengatur hidupnya sendiri. Kita jangan bergantung pada bangsa asing. Jika ada bangsa asing yang ingin mengatur kita, kita sebagai bangsa yang baik harus berjuang melawannya dan mempertahankan kemerdekaan kita. Jadikanlah perjuangan pahlawan kita sebagai makna yang berarti di kehidupan.

 

https://m.harianmomentum.com/read/44573/harian-momentum-edisi-16-november-2022




POST TERKAIT

POST TEBARU