Keterkaitan Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak

Tanggal : 30 Mar 2022

Ditulis oleh : SALSABILA ZULFA PUTRILIANA

Disukai oleh : 0 Orang

Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan memfasilitasi kegiatan belajar mereka.  Dalam pendidikan, prestasi belajar seringkali digunakan guru sebagai tolak ukur dalam keberhasilan mengajar. Sementara bagi siswa, prestasi belajar dapat digunakan sebagai tolak ukur terhadap kemampuan memahami materi selama pembelajaran.

Setiap siswa selalu menginginkan prestasi belajar yang baik. Namun terdapat beberapa kendala yang dialami sebagian siswa dalam memperoleh prestasi belajar yang baik. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan memperoleh nilai yang memuaskan dalam prestasi pembelajaran, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor internal dipengaruhi oleh diri siswa sendiri, misal factor psikologis (minat, bakat, motivasi) dan factor fisiologis (sakit atau cacat tubuh). Sementara pada faktor eksternal dipengaruhi dari luar diri, misalnya lingkungan sosial (orang tua dan keluarga) dan lingkungan non sosial (lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah). 

Menurut Chen dukungan sosial yang mempunyai pengaruh pada prestasi akademik, yaitu dukungan yang diperoleh dari orang tua atau disebut dukungan sosial orang tua, dukungan dari guru atau disebut dukungan sosial guru, dan dukungan dari teman sebaya atau disebut dukungan sosial teman sebaya. Telah banyak penelitian yang membuktikan jika dukungan psikologis dari orang tua berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian lain menunjukkan jika siswa yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tua akan memiliki prestasi belajar yang baik jika  dibandingkan siswa yang tidak mendapat dukungan atau perhatian dari orang tuanya. Hal ini selaras dengan pandangan bahwa keluarga merupakan madrasah utama dan pertama bagi anak. Namun sampai saat ini masih terdapat orang tua yang belum paham mengenai pengaruh dukungan terhadap anak. Hal ini harus menjadi perhatian karena tidak semua orang tua yang mengetahui impian anaknya, sehingga seringkali anak merasa tidak didukung dalam cita-citanya.

Semakin tinggi dukungan sosial orang tua dan motivasi belajar intrinsik maka semakin tinggi prestasi akademis, dan semakin rendah dukungan sosial orang tua dan motivasi belajar intrinsik maka semakin rendah prestasi akademis. Maslow berpendapat jika setiap manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang akan berusaha untuk dipenuhi. Kebutuhan ini dibagi menjadi dua, yaitu deficiency needs dan growth needs. Siswa yang deficiency needs-nya telah terpenuhi akan berusaha untuk memenuhi growth needs mereka. Salah satu contoh deficiency needs adalah dukungan sosial orang tua, sementara growth needs dapat ditunjukkan melalui kegiatan belajar dan prestasi. Siswa yang telah memperoleh dukungan sosial orang tua yang cukup akan cenderung termotivasi untuk belajar dan berprestasi sehingga motivasi belajar intrinsik dan prestasi akademis siswa dapat meningkat.

Penelitian yang dilakukan oleh Fan dan Williams menyatakan jika bentuk dukungan sosial yang diberikan orang tua memiliki peran terhadap pembentukan motivasi intrinsik siswa secara berbeda-beda, tergantung pada mata pelajarannya. Ketika orang tua memberikan dukungan bersifat informasional seperti saran mengenai bagaimana sebaiknya anak meningkatkan prestasinya, peningkatan motivasi intrinsik ditemukan pada pelajaran bahasa dan ketika bentuk dukungan orang tua lebih bersifat instrumental (misal: peraturan), motivasi intrinsik yang terbentuk ditemukan pada pelajaran bahasa dan matematika. 

Dapat dilihat jika sosialisasi mengenai pengaruh dukungan orang tua terhadap motivasi belajar anak harus ditingkatkan. Apabila orang tua telah memahami manfaat dari dukungan yang mereka berikan akan semakin banyak anak yang dapat memiliki motivasi belajar tinggi. Tentunya hal ini akan berdampak pada mutu dan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik.




POST TERKAIT

POST TEBARU