Karakteristik Perkembangan Pada Masa Remaja

Tanggal : 06 Jul 2023

Ditulis oleh : RANI WULANDARI

Disukai oleh : 0 Orang

Masa remaja atau sering disebut masa pubertas merupakan peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yang telah meliputi perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Masa ini terbagi menjadi 2 yaitu remaja awal dan remaja akhir, remaja awal terjadi pada usia 13-16 tahun dan untuk remaja akhir terjadi pada usia 17-18 tahun. 
Masa remaja disebut juga periode peralihan, di mana mereka harus meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan serta mempelajari prilaku dan sikap baru yaitu menjadi dewasa. Remaja bukan lagi seorang anak dan bukan juga orang dewasa, sifat nya sebagian sudah tidak menunjukan kekanak-kanakan tetapi juga belum menunjukan sifat sebagai orang dewasa.
Remaja juga lekat dengan usia yang bermasalah, pemecahan masalah bagi mereka tidak seperti massa sebelum nya yang bisa di bantu oleh orang tua atau guru. Remaja akan menyelesaikan masalah secara sendiri dan akan cenderung menolak bantuan dari orang tua atau guru.
Ada beberapa perkembangan penting yang dialami oleh seorang remaja. Pertama perkembangan emosi, remaja memiliki ketegangan emosi yang bersifat khas atau yang disebut juga sebagai strom and stres yang menggambarkan emosi yang tidak menentu, tidak stabail dan meledak-ledak. Hal ini sering diwujudkan dalam bentuk cepat marah, suka menyendiri, gelisah, cemas, sentimen, nervous, mengigit kuku atau garuk-garuk kepala. Gejala tersebut biasanya disebabkan oleh banyak faktor, seperti perubahan hormon, nutrisi, anemia, kurang kalsium, cacat tubuh, keluarga yang tidak harmonis atau tuntutan yang sangat tinggi, bisa juga karena banyak hambatan di rumah misalnya karena  masalah keungan keluarga.
Remaja disebut juga masa yang tidak realistis, karena mereka cenderung memandang dirinya dan orang lain sebagaimana yang diingkan bukan memandang secara apa adanya. Apabila tidak tercapai hal ini dapat menyebabkan emosi meninggi dan mudah marah, namun seiring bertambahnya pengalaman maka kemampuan berfikir menjadi semakin realistis.
Kedua perkembangan sosial, remaja disebut juga sebagai periode mencari identitas, mereka berusaha menunjukan siapa dirinya, dan perannya dalam kehidupan bemasyarakat. Pergaulan dan interaksi sosial dengan teman sebaya bertambah luas dan kompleks hal ini bertujuan untuk mencari bantuan emosional dalam kelompok nya, karena keberhasilan dalam pergaulan akan menambah rasa percaya diri sedangkan ditolak dalam pergaulan merupakan hukuman yang paling berat untuk remaja. Sikap yang sering ditampilkan pada proses ini yaitu kompetisi atau persaingan, konformitas atau selalu ingin sama dengan kelompok nya, mencari perhatian, menentang otoritas sehingga mereka sering menentang aturan dan menentang campur tangan orang dewasa.
Ketiga perkembangan fisik, remaja disebut juga periode perubahan yang mana dimulai dari perubahan fisik yang pesat, perubahan perilaku, sikap, emosi dan minat. Perkembangan fisik yang cepat ini mempengaruhi psikososial yang ditandai dengan mereka lebih dekat dengan teman sebaya dari pada dengan keluarga nya. Remaja juga diharapkan dapat memenuhi tanggung jawab sebagai orang dewasa, namun karena mereka belum memiliki pengalaman sehingga rentan mengalami kegagalan, kemudian akan menimbulkan masalah berupa frustasi atau konflik. 
Keempat perkembangan kognisi, remaja telah memiliki kemampuan intropeksi yaitu berpikir kritis tentang dirinya serta berpikir logis terhadap hal-hal yang penting dalam mengambil keputusan, ciri berpikir mereka biasanya idealis, egosentris dan konformitas.




POST TERKAIT

POST TEBARU