Inovasi Tas Belanja sebagai Upaya Meminimalisir Sampah di Indonesia

Tanggal : 29 Jun 2021

Ditulis oleh : RIYAN FITRIYANI

Disukai oleh : 1 Orang

Pengelolaan sampah di Indonesia merupakan permasalahan yang sampai saat ini masih belum bisa di tangani dengan baik. Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua sebagai penyumbang sampah terbanyak di dunia, berada satu peringkat dibawah China. Total volume sampah kantong plastik di Indonesia tercatat mencapai 64 juta ton per tahun. Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan dari sumber data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebutkan kantong plastik yang terbuang mencapai 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton.

Sampah-sampah tersebut berasal dari pemukiman penduduk yang berupa sampah organik dan anorganik. Sampah organik saat ini telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos serta biogas. Sedangkan sampah anorganik masih banyak yang belum di manfaatkan sehingga seiring dengan berjalannya waktu, sampah anorganik semakin menumpuk. Hal tersebut juga di dukung dengan kenyataan bahwa sampah anorganik memang sulit terurai sehingga akan memcemari lingkungan apabila di biarkan menumpuk. Kinerja alam untuk mengurangi sampah secara alami tidak berimbang dengan jumlah sampah yang mencapai berjuta-juta ton sampah per harinya. Apabila mendengar sampah anorganik, pasti yang ada di benak kita adalah sampah yang berbahan dasar plastik.

Di Indonesia, hampir seluruh kemasan barang produksi berupa bahan plastik. Seiring dengan berjalannya waktu penggunaan plastik semakin meningkat dan melebihi jumlah penggunaan bungkus kemasan berbahan kertas. Hingga sekarang, pusat berbelanja seperti di supermarket atau toko, selalu menawarkan kantong plastik kepada konsumen untuk membawa barang belanjaan. Sedangkan kantong plastik yang sudah terpakai tidak akan digunakan oleh konsumen dalam waktu yang lama dan kemudian dibuang. Umumnya kantong plastik yang sudah dibuang dan dipilih oleh pihak kebersihan tidak akan digunakan lagi untuk kedua kalinya. Butuh waktu ribuan bahkan ratusan tahun agar plastik bisa terurai. Sifat plastik yang tidak degradable atau tidak dapat terjadi pembusukan/ terurai secara alami menyebabkan pencemaran pada tanah dan perairan dan dapat menyebabkan biota didalamnya terganggu. Selain menyebabkan permasalahan dalam lingkungan alam, bahan plastik sendiri yang diproduksi menjadi kresek juga tidak baik bagi kesehatan karena unsur kimia yang terkandung di dalamnya. 

Saat ini, salah satu langkah positif untuk pengurangan sampah adalah dengan gerakan 3R yaitu reduce(mengurangi), reuse(menggunakan kembali), dan recycle(mendaur ulang). Akan tetapi langkah tersebut belum bisa sepenuhnya mengatasi masalah sampah terutama sampah plastik karena hasilnya tidak seimbang dengan jumlah plastik yang semakin hari kian bertambah. Maka dari itu, untuk meminimalisir penggunaan plastik adalah dengan mencari inovasi untuk menggantikan plastik.

Salah satu inovasinya adalah dengan menciptakan produk tas belanja dari kain yang bisa digunakan berulang-ulang dan ramah lingkungan. Dengan permasalahan limbah plastik yang semakin meresahkan, tas belanja sustainable (berkelanjutan) mulai mencuat sebagai reaksi urgensi dari krisis lingkungan global. tas belanja sustainable (berkelanjutan) banyak aspek yang mengusung konsep reduce, reuse, recycle. Salah satunya yaitu menciptakan produk yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan produk sekali pakai. Dalam hal ini, masyarakat disadarkan akan kepedulian mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang dapat digunakan lebih lama dan bisa berulang kali.

Penciptaan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik sudah mulai diterapkan di beberapa supermarket di Indonesia. Beberapa supermarket seperti Superindo, Hypermart, Giant sudah menciptakan tas dari bahan spunbond.  Bahan spunbond yang dikenal sebagai pengganti plastik atau kertas juga digunakan sebagai bahan pembuat masker, disposable pampers, dan penunjang kebersihan karena dikenal sangat higienis. Kelebihan lain dari bahan spunbond adalah memiliki daya pakai yang lama dan ramah lingkungan karena bahan spunbond dapat didaur ulang. Dengan munculnya banyak supermarket yang menggunakan tas belanja dengan bahan spunbond sebagai pengganti kantong plastik, maka persaingan antar supermarket dalam menarik minat dan meningkatkan kesadaran konsumen dalam mengurangi plastik juga semakin ketat. 

Penggunaan tas belanja dari bahan spunbond ini dapat lifestyle (gaya hidup). Lifestyle (gaya hidup) menjadi konsumsi pendukung dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan pergi ke supermarket dan berbelanja tetapi terlihat stylish mulai dari pakaian hingga tas belanja, yang pada akhirnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gengsi (harga diri) konsumen. Konsep gaya hidup (lifestyle) masyarakat ini yang diterapkan oleh salah satu supermarket di Indonesia dalam menciptakan tas belanja yang stylish untuk menarik minat konsumen dalam membeli produknya.

Penciptaan inovasi tas belanja ini diharapkan mampu meminimalisir dan mengatasi masalah sampah di Indonesia. Selain itu, bertujuan untuk mengembalikan kesadaran manusia akan kepedulian terhadap lingkungan alam yang sudah semakin rusak.




POST TERKAIT

POST TEBARU