Hybrid Learning Solusi Efektif Pembelajaran Masa Pandemi
Tanggal : 08 Sep 2021
Ditulis oleh : WINDI LISTYANI
Disukai oleh : 1 Orang
Dunia Pendidikan di Indonesia sepanjang 2020 sampai saat ini diwarnai dengan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis daring. Peserta didik belajar dari rumah dengan menggunakan smartphone ataupun komputer. Model belajar online pun banyak yang dikembangkan agar pembelajaran tetap berjalan. Lalu, apakah pembelajaran jarak jauh efektif bagi peserta didik?
Pada Januari 2021 Kemendikbud mengizinkan sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini tidak terlepas dari keluhan tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pembelajaran jarak jauh tidak efektif bagi psikologi dari peserta didik. Namun pembelajaran tatap muka juga belum bisa dilaksanakan karena masih menyisakan kekhawatiran, jika tidak disiapkan dengan baik bisa berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Meskipun pembelajaran secara daring memberi dampak positif, seperti meningkatnya literasi digital, akan tetapi jika terlalu lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka juga akan berdampak negatif bagi peserta didik. Karena sejatinya peserta didik membutuhkan kehadiran dan interaksi dari seorang guru dalam proses belajar mengajar. Terlebih penggunaan smartphone dan komputer dalam durasi yang lama setiap hari akan berdampak buruk bagi kesehatan peserta didik. Salah satu solusi menjawab kekhawatiran adalah dengan menerapkan model Hybrid Learning dalam proses pembelajaran.
Hybrid Learning adalah model pembelajaran degan sistem daring yang dikombinasikan dengan pembelajaran tatap muka untuk beberapa jam. Hybrid Learning dilakukan untuk meminimalisir dampak psikososial dari peserta didik. Model Hybrid Learning sering dianggap sama dengan model blended learning karena bentuk pembelajarannya merupakan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring. Kedua model tersebut mempunyai perbedaan yang terletak pada interaksinya. Di mana untuk model blended learing hanya fokus pada jarak antara guru dan pengajar saja, namun tidak menggabungkan dengan penggunaan teknologi pembelajaran jarak jauh.
Penerapan Hybrid Learning dalam pembelajaran tata muka dilakukan secara rotasi menggunakan 50% peserta didik dalam suatu kelas, contohnya dalam suatu kelas ada 30 siswa maka untuk melaksanakan tatap muka menjadi 15 siswa sisanya mengikuti kelas daring atau luring dan bergantian. Pembelajaran tatap muka dilakukan untuk memberi kesempatan bagi anak-anak yang kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh. Bagi siswa yang sulit mengakses internet bisa datang ke sekolah 2-3 kali dalam seminggu menemui gurunya dengan terlebih dahulu membuat janji dan tetap mengutamakan keamanan dan kesehatan.
Pemilihan model Hybrid Learning dinilai ideal dalam pendidikan pembelajaran karena dapat menjadi penyeimbang yang baik antara pembelajaran konvesional dengan sistem online. Hybrid learning dianggap menjadi model pembelajaran terbaik pada kondisi pandemik saat ini. Keseimbangan pembelajaran tatap muka dan daring itu penting sebab guru harus tetap berinteraksi dengan peserta didik walaupun dikurangi waktunya. Arah pembelajaran pun lebih kompleks sebab interaksi sosial, fasilitas digital, internet, video dikombinasi. Meski demikian, model Hybrid Learning ini sangat mendukung apabila dilakukan untuk sistem belajar formal dalam jangka waktu yang Panjang.
Dalam proses pembelajaran, Hybrid Learning ini dapat memperkuat guru dalam menyampaikan materi melalui pengembangan teknologi Pendidikan dan penguatan langsung di dalam kelas. Peserta didik dilibatkan dalam kegiatan tatap muka dengan memanfaatkan materi yang tersedia di internet. Kegiatan peserta didik dan guru melakukan akses internet contohnya ketika ada diskusi kelompok, peserta didik dapat mencari materi di internet kemudian dapat di presentasikan di kelas.
Pembelajaran saat ini memang terbatas maka dalam hal tugas dapat dilakukan dengan memanfaatkan internet. Ketika sudah tatap muka hanya tinggal berdiskusi dan memberikan umpan balik terhadap peserta terkait tugas yang telah dikerjakan. Dalam model Hybrid Learning ini peserta didik didorong untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran, baik itu ketika pembelajaran berlangsung online maupun pembelajaran tatap muka. Peserta didik juga dituntut untuk belajar mandiri dan tidak bergantung kepada guru. Guru disini berperan sebagai fasilisator, guru membimbing peserta siswa untuk bisa memanfaatkan sumber belajar online yang tersedia banyak di internet.
Adanya kombinasi pembelajaran online dan tatap muka akan tercipta komunikasi dua arah yang sempurna, sehingga materi dalam bentuk digital dapat diterima oleh peserta didik secara efektif. Dalam penerapan Hybrid Learning pada masa sekarang ini tentunya juga mengurangi kejenuhan peserta didik yang telah lama dengan pembelajaran jarak jauh. Kelas tatap muka bisa dilakukan dengan melibatkan peserta didik dalam pengalaman interaktif. Untuk kelas online peserta didik mendapatkan pembelajaran digital yang dapat diakses dimana saja, dan kapan pun. Peserta didik yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka secara langsung akan tetap sama-sama memperoleh materi yang sama.
Namun dalam penerapan model Hybrid Learning memerlukan pendampingan yang intens dari orang tua peserta didik tujuannya agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan terjadi sinergitas antara guru, peserta didik dan orang tua peserta didik.
Koran Mata Banua
link : https://matabanua.co.id/2021/09/02/hybrid-learning-solusi-efektif-pembelajaran-masa-pandemi/