Dibalik Kenikmatan Vape Terdapat Segudang Bahaya Bagi Kesehatan Tubuh
Tanggal : 28 Aug 2023
Ditulis oleh : OCTAVIAR IKHSAL PINUTUR
Disukai oleh : 0 Orang
Vape adalah rokok elektrik yang dapat menghasilkan asap seperti rokok pada umumnya. Pada kalangan remaja vape ini sangat digemari karena keunikannya dan para pemakainya pun merasa bahwa vape ini dapat menghemat pengeluaran dibandingkan membeli rokok pada umumnya. Beberapa orang menyebutkan bahwa vape jauh lebih bergaya dan lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Padahal, meskipun tidak mengandung tembakau vape tetap memiliki beragam zat kimia yang dapat membahayakan tubuh. Sehingga kini pro dan kontra pada hal ini masih saja diperdebatkan.
Vape sendiri merupakan alat yang dinyalakan dengan menggunakan batre yang sangat mirip dengan rokok tembakau. Namun, tidak seperti rokok yang terbuat dari daun-daun tembakau yang dibungkus, vape terdiri dari tabung yang berisi cairan nikotin, perasa buah, dan bahan kimia lainnya, hal tersebut pun dijelaskan oleh WHO (World Health Organization). Menurut WHO bahaya vape berasal dari kandungan nikotin dan zat beracun lainnya yang bisa berdampak bagi pengguna maupun non-pengguna vape. Beberapa dampak tersebut berbaya bagi perkembangan otak pada anak dan remaja, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan gangguan paru-paru.
Penggunaan vape memerlukan cairan yang dipanaskan didalam tabung lalu menjadi uap. Cairan tersebut menawarkan rasa bervariasi yang merupakan daya tarik dari vape itu sendiri. Akan tetapi, cairan tersebut juga mengandung beberapa zat kimia yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, yaitu:
- Nikotin: Nikotin ialah zat stimulan yang menyebabkan kecanduan pada penggunanya. Jadi, jika seseorang terbiasa mengisap vape atau rokok elektrik dihentikan, maka penggunanya bisa mengalami depresi atau uring-uringan. Selain itu, nikotin juga tidak baik bagi kesehatan paru-paru karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, dan meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru.
- Propilen Glikol: Propilen Glikol ialah salah satu zat yang terkandung didalam vape, zat ini sebenarnya tidak berbahaya untuk dikonsumsi karena memang banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan, seperti salad, es krim, dan lain sebagainya. Namun, uap dari zat tersebut dapat membuat mata iritasi dan berbahaya jika dikonsumsi oleh pengidap asma, karena dapat membuat penyakit asma semakin sering kambuh.
- Gliserin: Gliserin ialah cairan kental tidak berbau, tidak berwarna, dan rasanya manis, zat ini pun sebenarnya aman untuk dikonsumsi tetapi belum ada penelitian lebih lanjut tentang dampak yang muncul jika dihirup berlebihan.
- Perisa: Perisa ialah zat yang memiliki berbagai rasa, zat tersebut mambuat harum uap yang dihembuskan vape. Namun, dibalik rasa enak dan unik yang dihasilkan, terkandung suatu zat yang berbahaya, yaitu diasetil. Jika diasetil dihirup, maka bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Selain zat di atas, kandungan zat-zat kimia lain pada vape yang berbahaya itu ialah seperti formalin, asetaldehida, acrolein, timah, timbal, dan merkuri, ternyata dapat membentuk aerosol yang berbahaya bagi kesehatan jika dipanaskan. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, kandungan beberapa zat berbahaya dalam vape dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan pada tubuh. Berikut adalah beberapa bahaya vape bagi kesehatan yang perlu diwaspadai, yaitu:
- Menyebabkan kecanduan: Kandungan nikotin dalam vape dapat membuat penggunanya menjadi kecanduan. Hal ini dikarenakan nikotin dapat merangsang produksi hormon dopamin yang mengakibatkan efek ketergantungan. Kecanduan akan nikotin cukup sulit dihilangkan. Tubuh biasanya akan menunjukkan reaksi tertentu ketika seseorang mencoba untuk berhenti dari kebiasaan tersebut, seperti rasa gelisah, pusing, dan mual. Selain kecanduan, penggunaan nikotin dalam jumlah besar juga dapat meningkatkan risiko keracunan. Dalam kasus yang parah, keracunan nikotin membuat penderitanya mengalami kejang, depresi pernapasan, hingga kematian.
- Meningkatkan resiko terkena kanker: Sama seperti rokok tembakau, bahaya vaping juga bisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit kanker. Beberapa merek rokok vape juga ditemukan mengandung formaldehida yang akan memicu terjadinya kanker yang mematikan.
- Menyebabkan gangguan pada janin: Pada ibu hamil, penggunaan vape secara aktif maupun pasif dapat membahayakan janin. Pasalnya, paparan nikotin dan zat berbahaya lainnya yang dihasilkan oleh vape dapat mengganggu perkembangan janin. Sementara pada anak-anak, paparan nikotin dari vape dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan tidur dan perkembangan otak serta memengaruhi daya ingatnya.
- Menyebabkan penyakit jantung: Zat nikotin di dalam vape diketahui dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah arteri. Ketika nikotin diserap dan memasuki aliran darah, kelenjar adrenal akan terangsang dan melepaskan hormon epinefrin yang menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi kerja jantung dan dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Merusak paru-paru: Kerusakan pada organ paru-paru juga menjadi salah satu bahaya vape bagi kesehatan yang perlu diwaspadai. Menurut American Lungs Association, kandungan acrolein di dalam vape umumnya digunakan untuk membunuh gulma dan dapat menyebabkan asma, cedera paru-paru akut serta PPOK.
Selain dari bahaya yang dipaparkan di atas, masih banyak dampak-dampak yang sangat membahayakan tubuh dalam kandungan vape tersebut yang berakibat fatal dan berujung kematian. Setelah mengetahui berbagai bahaya vaping di atas, akan lebih baik jika anda tidak menggunakan vape maupun rokok agar terhindar dari dampak-dampak yang mengerikan itu. Jika anda merupakan perokok aktif dan merasakan keluhan keluhan pada tubuh anda ataupun ingin menghentikan kebiasaan merokok atau vaping, maka berkonsultasilah dengan dokter. Dengan demikian, dokter dapat memeriksa kondisi anda dan menyarankan metode yang paling tepat untuk menghentikan kebiasaan merokok atau vaping anda.
https://harianmomentum.com/read/48911/harian-momentum-edisi-28-agustus-2023