Darurat Adab Pada Generasi Z

Tanggal : 20 Dec 2023

Ditulis oleh : HANIA AZRIN GIVARI

Disukai oleh : 0 Orang

Seiring dengan berjalannya waktu, Maka usia akan semakin menambah.begitu pula dengan anak-anak dari masa ke masa. Peralihan dari perkembangan kekanak-kanakan hingga dewasa dapat disebut sebagai remaja. Pada masa Remaja inilah munculnya sifat labil atau sifat yang masih bingung memilih antara satu dengan yang lainnya. Di masa ini anak-anak akan cenderung penasaran dengan apa yang sebelum mereka mencoba. pada masa remaja ini biasnya ingin adanya kebebasan.Mereka bebas melakukan apapun untuk mengeksplor. akan tetapi,harus dalam pengawasan orangtuanya. jika tidak, anak tersebut akan melakukan kesalahan yang fatal apabila tidak dihentikan. kesalahan pada masa remaja dapat disebut dengan kenakalan remaja. Remaja sekarang sudah memasuki generasi Z yaitu anak yang kelahiran tahun 1995-2010. pada generasi ini,mereka banyak menggunakan sosial media. Bahkan teknologi pun sudah mulai canggih. Sehingga, dapat membuat generasi Z ini mudah malas dan tinggal mengandalkan teknologi, seperti mencari informasi tentang apapun bisa langsung searching tanpa belajar. dengan kata lain secara tidak langsung generasi ini dididik oleh sosial media. padahal mereka juga perlu mengembangkan potensi diri nya. beberapa dari generasi Z mengakui bahwa mentalnya itu lemah karena keseringan membuka sosial media dan menemukan kata-kata sedih,lagu sedih yang merujuk pada kehidupannya. Sehingga, semakin sering maka akan menancap pada kesehatan mentalnya. yang dapat menimbulkan banyaknya kenakalan-kenakalan pada masa remaja ini. Menurut Kartini Kartono (2011:6) kenakalan remaja ialah perilaku jahat , kenakalan anak-anak muda secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. dengan ini, seorang anak remaja akan mencari perhatian kepada orangtuanya dan juga pada lingkungannya dengan cara melakukan aktivitas yang sebelumnya mereka lakukan.seperti menjadi pengguna narkotika, pergaulan bebas atau seksual, melakukan kekerasan terhadap temannya atau orang lain, menjadi provokator antar sekolah yang akan menyebabkan tawuran, dan masih banyak lagi. Faktor ekonomi menjadi salah satu faktor penyebabnya kenakalan remaja. setiap anak memiliki latar belakang yang berbeda. sehingga,tidak sedikit banyak anak yang memutuskan untuk berhenti sekolah. akan tetapi, dari banyaknya anak yang mendapatkan kesempatan untuk sekolah memiliki karakter yang berbeda-beda. Remaja pada gen-Z lebih mudah meluapkan emosi. perlunya edukasi pada generasi Z ini sangat penting karena nanti akan berdampak pada perilaku nyata dalam kehidupannya. seperti yang terjadi senin (25/9) pukul 10.00 WIB seorang siswa melakukan tindakan yang tidak wajar di sekolah MAN di salah satu kabupaten Demak, Jawa tengah melakukan aksi pembacokan terhadap guru. yang dimana sedang melakukan penilaian tengah semester. korban selaku guru olahraga sekaligus wakil kesiswaan. Pelaku memiliki dendam pribadi terhadap korban. ini termasuk kenakalan melakukan kekerasan terhadap oranglain. walau itu seorang guru sekali pun. Pada kasus ini, tidak bisa dilihat dari status sekolah nya saja.anak tersebut bisa melakukan itu karena adanya banyak faktor anak itu menjadi “nakal” dan kurangnya sikap yang baik terdapat pada dirinya. dari banyaknya materi yang ia dapatkan materi tentang etika dan adab.jika,didalam dirinya menutup untuk mengaplikasikannya. kemungkinan ia mendapatkan salah satu dampak negatif dari sosial media yang dimana telah mengubah cara berpikir setelah ia melakukan aksi tersebut, ia langsung melarikan diri dan tidak bertanggung jawab dari apa yang telah ia perbuat. Maka, dapat digambarkan ia memiliki mental strowberi, yang memiliki penampilan yang menarik padahal didalamnya lembek “benyek”. Kasus serupa terjadi pada teman seperjuangan yang tidak ada rasa empati melakukan aksi pem-bully-an terhadap temannya.yang terjadi pada siwa SMP kelas 9 di Cilacap. ia melakukan perundungan dan melakukan kekerasan berupa pukulan dan tendangan yang dapat membuat korban dlarikan di RS dan melakukan rawat jalan.tidak hanya terjadi pada siswa SMP Cilacap saja. pem-bully-an banyak terjadi pada jenjang pendidikan lainnya. Bullying ini akan merusak mental korban. bahkan ada yang sampai melakukan aksi membunuh diri karena sudah tidak tahannya dengan semua serangan yang didapatkan dari pembuly Untuk menanggapi kasus diatas, seorang guru sangat berperan dalam mendidik generasi Z ini. tidak hanya dengan pengetahuan saja tetapi dengan sikap-sikap yang baik. karena jika dengan pengetahuan saja, generasi Z sudah pintar dalam menerima banyak informasi dan pengetahuan. tidak hanya guru saja yang berperan. Akan tetapi, dari orangtua juga berperan dalam perkembangan anaknya. memberi kasih sayang orangtua terhadap anak dan perhatian kepada anaknya. jika kasih sayang yang diberikan orangtua kurang.maka, ia bisa mencari perhatiannya di lingkungan luar. Faktor lingkungan juga harus menjadi lingkungan yang baik. jika semua bekerja sama dengan baik, maka sedikitnya sudah tidak melakukan aksi yang diatas yang bisa disebut dengan kenakalan remaja dan dapat membentukan kepribadian yang baik.


POST TERKAIT

POST TEBARU