Bahaya Banjir; Kewaspadaan yang Tak Boleh Lalai

Tanggal : 12 Dec 2024

Ditulis oleh : NADIA DEWI ASTARIA

Disukai oleh : 0 Orang

Salah satu masalah yang sering muncul di Indonesia adalah banjir. Banjir merupakan peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Sejak zaman kolonial, masalah banjir telah menjadi hal yang menghantui masyarakat. Apabila sudah memasuki musim hujan, masyarakat di daerah dengan permukaan tanah yang lebih rendah dari permukaan laut akan menjadi resah akan banjir. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa 2024 ini telah terjadi sebanyak 743 kejadian bencana di Indonesia, bencana paling banyak tersebut adalah banjir. Tercatat jumlah kejadian banjir yang tercatat hampir mencapai 500.

Banjir tidak hanya membawa air, tetapi juga berbagai macam polutan yang terbawa oleh aliran air. Polutan ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti limbah industri, pertanian, rumah tangga, hingga sampah. Kontaminasi kimia dalam air banjir juga bukanlah sekedar bencana alam, melainkan akibat dari ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan. Limbah berbahaya yang mencemari sumber air telah memicu krisis kesehatan dan ekologi yang berkepanjangan.

Banyaknya pabrik industri yang membuang limbah dan bahan kimia secara ilegal ke sungai akan membuat air tercemar. Selain itu, membuang sampah sembarangan ke sungai yang dilakukan masyarakat dapat pula membuat sungai terhambat. Mengutip data Badan Pusat Statistik, sebagaimana dikutip dari laman IPB University, sekitar 46% sungai di Indonesia termasuk dalam keadaan tercemar berat. Adapun 32% sungai lainnya termasuk dalam keadaan tercemar sedang berat, 14% termasuk dalam tercemar sedang, dan 8% nya termasuk tercemar ringan.

Salah satu faktor lain penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi. Adanya produksi air yang berlebih tersebut seringkali membuat tanah tidak dapat menyerap air sehingga menyebabkan munculnya genangan. Keadaan tersebut membuat suatu wilayah atau kawasan terendam oleh air dengan jumlah yang besar. Ketika curah hujan tinggi dan sungai terhambat oleh sampah, air sungai yang tercemar akan naik ke daratan sehingga menjadi banjir kimia.

Bahan kimia seperti pestisida, pupuk pertanian, benzena, metana dan limbah rumah tangga yang terdapat dalam air akan menimbulkan dampak-dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan. Dampak tersebut tentunya membuat kerugian bagi masyarakat. Dampak-dampak tersebut seringkali bersifat kumulatif dan sulit untuk diatasi secara cepat. 

Dampak banjir kimia terhadap lingkungan dapat menyebabkan susahnya menemukan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang sudah terkontaminasi tidak mungkin untuk dikonsumsi, karena memungkinkan adanya zat berbahaya dan menyebabkan keracunan bahkan kematian. Banjir kimia juga dapat merusak tanah sehingga membuat tanah tidak subur dan membahayakan tanaman serta hewan yang hidup di dalamnya.

Keanekaragaman hayati serta rantai makanan yang ada pada lingkungan juga dapat terganggu dan terancam oleh adanya banjir kimia. Bahan kimia beracun yang ada di dalam air membunuh berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Banjir kimia secara tidak langsung telah merusak habitat alami, seperti hutan mangrove, terumbu karang, dan lahan basah. Hal ini menyebabkan hilangnya tempat tinggal bagi berbagai spesies.

Ketika terjadi banjir kimia, bahan kimia berbahaya yang sebelumnya tersimpan di tanah atau dalam bentuk limbah industri dapat teruapkan ke udara. Hal ini menyebabkan pencemaran udara akut di sekitar area banjir. Konsentrasi polutan di udara juga akan semakin meningkat secara signifikan.

Lingkungan yang tercemar tersebut membuat adanya dampak bagi kesehatan masyarakat. Infeksi saluran pernapasan, iritasi kulit dan gangguan pencernaan banyak dialami oleh korban banjir. Mereka yang tidak menemukan air bersih terpaksa untuk mengkonsumsi air tercemar bahan kimia, sehingga membuat gangguan pencernaan keracunan. Adanya berbagai bakteri dan virus yang ada di banjir kimia juga membuat kulit mengalami alergi dan iritasi.

Kesehatan psikologis juga menimbulkan trauma bagi sebagian orang. Lamanya terpapar bahan kimia berbahaya membuat kesehatan mental terganggu. Selain itu, gangguan kecemasan dan panik sering kali menjadi dampak paling banyak bagi korban banjir, khususnya banjir kimia.

Melihat banyaknya dampak yang terjadi akibat banjir kimia, pemerintah dapat berperan dalam upaya pencegahan tersebut. Kebijakan dan peraturan yang ketat terhadap pabrik - pabrik industri agar tidak membuang limbah ke sungai seharusnya membuat mereka tidak membuang limbah sembarangan. Pemerintah juga harus tegas dengan pihak yang melanggar pembuangan limbah dan sampah di sungai. 

Kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan guna meminimalisir adanya banjir kimia. Buang sampah dan limbah sembarangan termasuk bentuk minimnya kesadaran tersebut. Banyak masyarakat yang menyepelekan akibat dari perbuatan tersebut, bahkan saat terjadi banjir kimia mereka menolak sadar bahwa salah satu faktor dari adanya banjir tersebut adalah kelalaian mereka. 

Dalam upaya mencegah banjir kimia, masyarakat perlu kembali diberikan edukasi dan kegiatan sosialisasi salam upaya pengolahan limbah. Edukasi yang dapat diberikan bisa melalui media sosial, poster ataupun website. Edukasi tersebut dapat membahas tentang bahaya banjir yang terkontaminasi bagi kesehatan, lingkungan, dan keadaan sosial. Hal tersebut tentunya mampu memberikan informasi bagi masyarakat agar mengerti dampak dari racun di dalam banjir. 

Lingkungan yang terkena dampak banjir kimia perlu dipulihkan kembali agar keseimbangan alam tetap terjaga. Salah satu cara untuk memulihkannya adalah dengan bioremediasi atau proses penggunaan organisme hidup untuk menguraikan beragam senyawa kimia berbahaya yang terdapat di berbagai tempat baik tanah, air maupun udara. 

Intinya adalah banjir akan menjadi masalah serius di Indonesia, terutama saat musim hujan, dan diperparah dengan munculnya banjir kimia. Selain curah hujan tinggi dan buruknya pengelolaan sampah, pembuangan limbah industri dan rumah tangga yang sembarangan menjadi faktor utama yang memperburuk situasi. Banjir kimia membawa berbagai polutan berbahaya seperti pestisida dan limbah industri, yang tidak hanya mencemari air tetapi juga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. 

Dengan adanya gagasan yang telah saya berikan, saya berharap masyarakat semakin sadar bahwa bahaya besar akan mengancam kita apabila banjir kimia melanda. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam menjaga lingkungan dengan adanya fasilitas yang diperlukan.




POST TERKAIT

POST TEBARU