Asyik Main Sosial Media Sampai Lupa Etika?

Tanggal : 14 Dec 2021

Ditulis oleh : ASSA BIQUNAL AWAAL

Disukai oleh : 0 Orang

Perlu kita sadari bahwa sosial media di Indonesia akhir-akhir ini penuh dengan hate speech atau ujaran kebencian dan diskriminasi. Sering kita lihat bahwa orang-orang memposting tentang hal-hal yang sifatnya jahat, menuduh, memfitnah, dan bahkan sampai melarang keberadaan suatu pihak dengan cara yang kurang sopan. Mengemukakan pendapat itu tidak ada salahnya, tetapi jika sampai melupakan etika? itu tidaklah baik, hate speech namanya. Jika terbukti melakukan hal tersebut maka bisa saja dituntut.

Di era yang sekarang ini yaitu modernisasi, secara tidak sadar kita sedang di uji moralnya. Seperti adanya berbagai konten LGBT yang dulunnya kita menganggap itu merupakan hal yang salah, namun peralahan-lahan tidak kita sadari hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa. Itu lah yang sangat ditakutkan untuk generasi mendatang yang menganggap hal tersebut lebih normalisasi.

Seperti yang kita lihat sekarang ini pengguna sosial media banyak yang salah dalam pemikirannya. Mereka justru kadang mendukung konten-konten yang tidak sesuai dan malah memberikan kritikan jahat pada konten yang memberikan edukasi. Contohnya saja saat ada yang membuat konten edukasi, namun ia terdapat salah dalam perkataan. Setelah itu, banyak yang menghujat bahkan mengeluarkan kata-kata yang jahat dengan sangat tidak sopan.

Saat ingin memposting sesuatu jangan biarkan ego mendahuluinya. Jika ingin memposting sesuatu sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu, apakah itu baik atau tidak. Jangan sampai mengikuti ego dengan memposting sesuatu saat sedang emosi hingga mengeluarkan amarah. Hal tersebut tidaklah baik dan tidaklah keren. Bukannya keren, tetapi justru memperlihatkan diri tampil bodoh di depan orang-orang di seluruh dunia. Meskipun sudah di setting privasi, kemungkinan ada orang yang tidak menyukainya kemudian men-screenshot atau mengambil gambar layar postingannya dan disebar luaskan di sosial media. Hal ini tentu saja membuat malu, karena kebodohannya sendiri dilihat oleh banyak orang.

Hate speech bisa saja dibawa pada jalur pengadilan, meskipun jarang yang menuntut. Pastinya tidak ingin kan ke pengadilan karena hanya ulah dari si hate speech yang telah menyebar luaskan kebodohanmu di sosial media? Tidak sama sekali tentunya. Memang sejauh ini jarang yang mengadukan hate speech kepada ranah hukum, tetapi ada juga yang mengadu. Contohnya si pemakan kucing yang memamerkan kucing buruannya di sosial media, atau membuat status mengejek kota Jogja di Path hingga membuatnya terciduk oleh polisi. Jangan sampai kita berbuat kebodohan hingga ditangkap hanya gara-gara hate speech.

Salah satu artis Indonesia, Deddy Corbuzier juga sedang gencar-gencarnya mendatangkan orang-orang yang melakukan hate speech ke sosial media Deddy. Masa sih ingin dihampiri Deddy kemudian dipamerkan di sosial media Deddy Corbuzier kalau kalian pernah hate speech, tidak ingin bukan?

Satu hal yang sering terjadi dimiliki oleh orang-orang yang melakukan hate speech adalah mereka tidak mampu untuk berdebat di dunia nyata. Mereka hanya berani di sosial media, tetapi jika bertemu langsung mereka tidak memiliki nyali dan terlihat sebagai pengecut. Maka dari itu kita jangan sampai menjadi orang seperti itu yang hanya “tong kosong nyaring bunyinya”, karena hal tersebut tidaklah baik.

Sosial media sudah seperti racun yang harus di atasi. Jika kita tidak kuat, maka bisa saja kita bisa kehilangan empati, hati nurani, dan nilai-nilai agama yang sudah tertanam hanya karena sosial media. Mengapa sosial media itu membuat banyak orang menjadi iri hati dan membuat orang menjadi banyak yang suka menggunjing? Seperti adanya akun gosip yang sekarang sering membuat malu orang terhadap kehidupannya sendiri. Apakah mereka sudah menganggap dirinya sendiri itu lebih baik hingga mereka dengan mudah memberikan komentar dan mempostingnya?

Perlu kita ingat bahwa hidup di dunia ini terdapat berbagai manusia yang beragam. Kita boleh saja berpendapat lain, tetapi jika memaksakan pendapat kita untuk dianggap benar oleh orang lain itu tidaklah baik. Kita juga tidak boleh berbuat jahat dalam mengutarakan pendapat, karena kata-kata yang santun akan lebih mudah untuk diterima dari yang tidak santun.

https://drive.google.com/file/d/1fPLFrzUL-X4Wv0AcpFBxN93vdTY00rW4/view




POST TERKAIT

POST TEBARU