Apakah Pembelajaran Sistem Daring Gagal?

Tanggal : 05 Apr 2021

Ditulis oleh : GERDA PINTOKO TUNJUNGSARI

Disukai oleh : 0 Orang

Kita tahu, saat ini seluruh dunia mengalami peristiwa pandemi COVID-19. Peristiwa itu mempengaruhi seluruh aktivitas manusia dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali dan salah satunya aktivitas sekolah. Hampir semua sekolah dan fasilitas umum lainnya ditutup untuk mencegah penyebaran virus. Oleh karena itu, kita dipaksa untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan cara yang berbeda termasuk dalam proses pembelajaran sekolah.

Dalam pembelajaran, pendidikan humanis sangatlah penting diterapkan untuk mengembangkan kemampuan atau potensi belajar, humanisme adalah istilah umum untuk berbagi jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya kejalan keluar umum dari sebuah masalah (Mulyana, 2016). Humanisme berasal dari bahasa humanistik secara sederhana berarti “kemanusiaan” berasal dari bahasa latin humanus yang berarti “bersifat manusia” atau sesuai kodrat manusia, yang diturunkan dari akar kata homo yang berarti manusia. Humanisme merupakan salah satu teori dalam disiplin ilmu pendidikan. Humanisme adalah suatu konsep belajar yang berfokus pada sisi perkembangan kepribadian manusia untuk menemukan kemampuannya dan bagaimana cara pengembangannya. Istilah humanisme ini ada sejak abad 20 yang pada awalnya digunakan dalam dunia psikologi saja (Kompasiana, 2017).

Setiap siswa pasti mempunyai sudut pandang dan cara berbeda-beda dalam mencerna pembelajaran. Ada siswa yang sesuai dengan cara guru mengajar, ada pun yang berbeda. Sehingga pendidikan humanis ini sangat penting untuk diterapkan agar mencapai tujuan dari pembelajaran.

Dan untuk situasi dalam pandemi saat ini pasti penerapan pembelajaran akan berbeda dari biasanya, tetapi penerapan pendidikan humanis harus turut ikut dalam perubahan tersebut. Cara pembelajaran untuk saat ini dilakukan dengan cara sistem jarak jauh atau biasanya dinamakan daring (dalam jaringan). Dalam sistem ini diharuskan para siswa memiliki fasilitas yang mendukung seperti laptop atau hp, dan kuota internet. Memang dengan sistem daring ini memiliki kelebihan untuk menghindari adanya penyebaran COVID-19, tetapi banyak kekurangan yang turut serta dalam pelaksanaannya.

Dalam sisi penyampaian materi dirasa kurang efektif dalam sistem daring ini, sebagian para siswa mengaku tidak mengerti dari materi-materi yang disampaikan dan hanya bisa dikejar-kejar oleh deadline tugas. Mereka jadi berpikir mereka hanya mengejar nilai bukannya ilmu, karena aturan yang mengharuskan mereka mempunyai nilai yang cukup untuk kelulusan. Adapun juga ada yang mengaku, jika guru tidak menjelaskan apa-apa hanya langsung memberi tugas, modul dan tidak ada banyak waktu diskusi. Dan juga tidak semua siswa memiliki alat dan fasilitas yang cukup untuk melaksanakan sistem daring ini, sehingga para siswa menjadi kesulitan dalam menempuh sekolahnya.

Tentu saat ini pembelajaran luring (luar jaringan)  tidak bisa dilakukan semua sekolah, karena kawasan yang berada di zona merah. Untuk wilayah zona hijau bisa dilakukan pembelajaran luring saat ini dengan syarat harus memenuhi protokol kesehatan. Dan dengan sistem luring ini para siswa tidak mengalami kendala yang dialami sistem daring, tetapi tetap saja  karena pembelajaran luring hanya bisa dilakukan beberapa tempat, sistem daring tidak bisa dihindari dalam meneruskan kegiatan pembelajaran. Nah dari kekurangan dan kelebihan tersebut kita menyadari kurangnya pendidikan humanis dalam pelaksanaan pembelajaran di era pandemi ini. Mungkin model pembelajaran saat ini belum sesuai dengan situasi saat ini, jika porsi untuk tugas dikurangi lalu guru lebih fokus dalam cara penyampaian materi dan diskusi. Dengan itu mungkin para siswa tidak merasa terbebani dan lebih mudah mengerti dalam menerima pelajaran.

Sehingga guru-guru baiknya memperhatikan hal-hal sebelum melakukan pembelajaran jarak jauh yaitu, guru lebih dulu mempersiapkan materi yang hendak diajarkan, melihat siapa yang diajarkan, kemampuan guru itu sendiri dan fasilitas yang ada. Guru-guru juga bisa menggunakan video interaktif yang dapat membantu proses pembelajaran. Dengan cara itu setidaknya bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang ada pada sistem daring, walaupun masih ada kendala soal fasilitas seperti laboratorium dan lain lain yang hanya bisa dilaksanakan secara luring. Kendala tersebut wajar karena memang saat ini kita masih dalam keadaan bencana dunia yang pasti sangat berefek dalam kegiatan manusia. Jadi sistem daring itu tidak salah ataupun gagal, tapi itu tergantung dari cara guru yang mengajar bagaimana. Jika guru hanya mementingkan adanya nilai untuk syarat kelulusan tanpa memikirkan adanya pendidikan humanis, maka tidak hanya dalam sistem daring saja tapi dalam sistem luring itu pun jadi sebuah cara pembelajaran yang gagal.




POST TERKAIT

POST TEBARU