Apa Itu Spoiler dan Bagaimana Dampaknya?

Tanggal : 24 Nov 2021

Ditulis oleh : HASNA HANIFAH SAFITRI

Disukai oleh : 0 Orang

Salah satu hal yang dirasa menyenangkan dalam menikmati sebuah tontonan, seperti film, anime, drama korea, manga (komik jepang), atau manhwa (komik korea) adalah memahami dan menyimak alurnya dengan seksama tanpa mengetahui jalan ceritanya. Namun, hal itu akan sirna apabila penikmat tontonan terkena spoiler, sebuah kata yang kerap meramaikan ranah media sosial ketika ada film, drama korea, anime, maupun manga/manhwa terbaru yang hendak dirilis.

Berdasarkan Cambridge Dictionary, spoiler didefinisikan sebagai informasi dalam surat kabar, blog, dan lain-lain yang memberi tahu apa yang terjadi dalam sebuah program yang mana dapat merusak kesenangan seseorang jika seseorang itu belum melihatnya. Secara umum, spoiler diartikan sebagai sebuah keterangan atau informasi mengenai jalan cerita yang dibeberkan atau dibocorkan kepada orang lain.

Spoiler kerap muncul di media sosial apabila ada film, anime, drama korea, ataupun manga/manhwa baru yang dibilang cukup dinanti-nanti oleh penggemarnya. Mungkin beberapa orang tertarik dengan bocoran tersebut. Mereka semakin antusias untuk melihat tontonan yang mereka tunggu-tunggu karena telah mendapat cuplikan spoiler. Namun, tidak semua orang menyukai adanya spoiler. Biasanya, orang-orang akan merasa kesal jika ada yang membocorkan jalan cerita dari sebuah film atau drakor (drama korea) di bagian ending, plot twist, ataupun adegan penting lainnya dari film/drakor tersebut. Misalnya, seorang remaja sudah menonton drakor Squid Game yang baru-baru ini dirilis hingga menjadi topik hangat. Kemudian, ia menceritakan alur cerita drama tersebut kepada temannya yang belum menonton. Hal itu dinilai sebagai tindakan spoiler.

Efek dari spoiler tidak bisa dianggap remeh. Terdapat dampak dan kerugian yang berbeda-beda tergantung dari apa yang dibocorkan. Tindakan spoiler berpotensi mengurangi pendapatan dari film yang dibocorkan. Misalnya, seseorang memberi spoiler dari adegan sebuah film dalam durasi pendek melalui instastory di Instagram. Kemudian, orang lain yang melihatnya akan mengurungkan niatnya untuk menonton film tersebut karena mereka telah mengetahui alur ceritanya dari orang yang memberi spoiler sehingga film itu menjadi kurang berkesan dan menarik. Semakin sedikit yang menonton maka semakin sedikit pendapatan dari sebuah film.

Selain itu, menjadi spoiler sama saja dengan tidak menghargai karya orang lain yang mana mereka dinilai kurang memahami pentingnya menjaga sebuah karya, hak cipta, dan rasa saling menghormati terhadap para calon penonton yang lain, walaupun hanya sekedar kebutuhan update. Apalagi para pelaku spoiler sampai melakukan tindakan perekaman secara live streaming yang kemudian disebarluaskan. Mereka dapat dikenakan sanksi seperti pada Pasal 113 ayat (3) UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang mana pelaku dapat diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah.

Meskipun demikian, tidak sedikit penikmat tontonan yang menyukai spoiler. Mengutip dari kumparan.com, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa spoiler justru membuat penonton menikmati sebuah cerita. Penelitian itu dilakukan pada tahun 2011 oleh Nicholas Christenfeld, professor psikologi Universitas California, Amerika Serikat. Christenfeld melakukan eksperimen pada 819 partisipan untuk membaca cerita pendek dan menilai cerita tersebut. Partisipan dibagi menjadi dua grup, sebagian partisipan diberi spoiler dan sebagian lainnya tidak. Hasilnya cukup mengejutkan, grup partisipan yang diberi spoiler justru lebih menikmati jalan cerita dibandingkan yang tidak terpapar spoiler.

Mengapa demikian? Dilansir dari lokadata.id, Christenfeld berpendapat bahwa dengan mengetahui bocoran maka pembaca/penonton tidak perlu memperhatikan plot cerita dengan cermat. Mereka dapat memfokuskan diri pada sisi lain cerita, seperti pengembangan karakter tokoh, deskripsi kisah, dan detail lain yang biasa terlewatkan. Analoginya seperti ini, jika kita sudah mengetahui sebuah jalan dengan baik, kita dapat menikmati pemandangan dan aneka detail yang terlewatkan. Ketika melewati jalan tersebut untuk pertama kali, kita harus berhati-hati pada setiap lubang, tikungan, tanjakan, dan faktor pengganggu lain pada jalan tersebut.

Berdasarkan penelitian Christenfeld, bisa dibilang spoiler merupakan dampak baik bagi mereka yang menyukai bocoran jalan cerita dari sebuah tontonan. Meskipun demikian, orang tidak boleh menganggap penelitian ini sebagai lampu hijau untuk merusak cerita orang lain karena spoiler dapat dan memang berdampak negatif berdasarkan pengalaman orang-orang.

https://harianmomentum.com/read/37783/harian-momentum-edisi-24-november-2021




POST TERKAIT

POST TEBARU